Sabtu, 26 Januari 2013

Cihui! Jantung Rusak Kembali Sehat dengan Olahraga 30 Menit

Jakarta, Cepat, mematikan dan datang tiba-tiba, itu sebabnya serangan jantung merupakan penyakit yang ditakuti banyak orang. Penyakit ini seringkali meninggalkan kerusakan parah pada jantung. Untuk mengatasinya tak perlu obat yang aneh-aneh, cukup dengan banyak berolahraga.

Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan olahraga setiap hari dapat memperbaiki kerusakan yang diakibatkan serangan jantung. Para peneliti menemukan untuk pertama kalinya bahwa olahraga secara teratur dapat membuat sel-sel induk jantung aktif kembali. Hal ini akan memicu pertumbuhan otot jantung yang baru.

Sebelumnya para ilmuwan telah menemukan bahwa sel-sel induk bisa memproduksi jaringan baru melalui suntikan bahan kimia yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Penelitian baru ini menemukan bahwa olahraga sederhana ternyata juga memiliki efek yang sama.

Para peneliti dari Liverpool John Moores University menemukan bahwa sebagian kerusakan akibat penyakit jantung atau gagal jantung bisa diperbaiki dengan cara 30 menit berjalan kaki atau bersepeda setiap hari yang cukup menghasilkan keringat.

Dalam penelitian terhadap tikus, peneliti menemukan bahwa olahraga dalam intensitas tersebut dapat mengaktifkan lebih dari 60 persen sel-sel induk jantung. Padahal, biasanya sel-sel induk ini sudah tidak aktif pada tikus dan orang dewasa.

Laporan penelitian yang dimuat European Heart Journal menjabarkan, setelah melakukan olahraga selama 2 minggu, tikus mengalami peningkatan jumlah cardiomyocites atau sel-sel pemicu detak jantung sebanyak 7 persen. 

"Olahraga meningkatkan faktor-faktor pertumbuhan yang mengaktifkan sel-sel induk untuk memperbaiki jantung. Temuan ini adalah yang pertama kalinya menemukan adanya potensi ini," kata peneliti, Dr Georgina Ellison seperti dikutip dari Telegraph, Senin (5/11/2012).

Dr Ellison menegaskan, meskipun pasien kerusakan jantung yang parah mungkin tidak mampu melakukan olahraga secara intensif, olahraga untuk pasien seperti ini dapat dilakukan dengan cara jogging atau bersepeda selama 30 menit sehari. Durasi ini dianggap masih aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Namun memang, Dr Ellison mengakui bahwa efeknya akan lebih besar jika olahraga dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi. Karena penelitian ini masih dilakukan pada tikus, penelitian lebih lanjut terhadap manusia masih perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi hasilnya.(pah/nvt)
sumber: health.detik.com

5 Cara Mudah Menenangkan Bayi yang Rewel

Jakarta - Apakah buah hati anda termasuk balita yang rewel ketika tidur? Tentu Anda sedih jika usaha untuk membuatnya diam dan tenang tetap saja tidak berhasil. Tangisan dan rengekan dari sang buah hati dapat mengacaukan pikiran dan juga mengganggu ketenangan. 

Kunci untuk menenangkan bayi yang rewel dimulai dari Anda sendiri. Orangtua harus lebih dulu menenangkan pikirannya. Jadi cobalah ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri ataupun menarik nafas agar pikiran dapat kembali tenang.

"Jika pikiran Anda tidak tenang atau sulit bagi Anda untuk berkonsentrasi, akan sangat sulit membuat bayi Anda tenang dan berhenti merengek," ujar Sharon Gilchrest O’Neill, seorang penulis dan terapis bayi. 

Setelah Anda tenang, coba beberapa tips di bawah ini yang dipaparkan She Knows untuk menghentikan tangisan bayi:

1. Gunakan Selimut 
Salah satu alasan mengapa perawat di rumah sakit seringkali membungkus tubuh bayi dengan menggunakan selimutnya adalah karena cara itu bisa membuat bayi merasa mendapat perhatian, hangat dan juga perlindungan dari sang orangtua. Hal ini terbukti dapat mengurangi rengekan dan tangisan para bayi.

2. Ayun-ayun 
Dengan menggunakan ayunan ataupun dengan tangan, mengayun bayi adalah cara yang paling efektif untuk membuatnya tertidur lelap. Gerakan simpel seperti mengayun terbukti dapat membuat bayi merasa nyaman. "Apapun jenis ayunannya, baik dengan menggunakan ayunan, tangan ataupun kasur goyang khusus bayi, dapat membuat mereka menjadi lebih nyaman," ujar O'Neill.

3. Musik dengan Irama yang Mengalun Lembut
Lagu dengan irama yang mengalun lembut dan menenangkan, lagu yang tepat untuk mengantar bayi Anda agar dapat tidur dengan tenang. Anda bisa memasang lagu tersebut untuk menemani tidur malam buah hati kesayangan. 

4. Langkah Berjinjit
Ketika bayi anda terbangun dari tidurnya tengah malam, ajak ia melangkah berjinjit dengan tumpuan kaki Anda hingga buah hati benar-benar tidur terlelap kembali. Namun, jika hal itu tetap tidak berhasil, coba dudukan ia dalam pangkuan dan tekuk kakinya sambil duduk bergoyang-goyang selayaknya Anda sedang berkuda. 

5. Buat Pencahayaan yang Redup
Mungkin terdengar klise, namun ruangan gelap merupakan salah satu langkah yang ampuh dalam membuat bayi Anda tidur dengan lelap. Sedangkan jika Anda menidurkannya di ruangan yang terang, hal itu dapat menstimulasi indranya dan membuatnya tetap terjaga. Berbeda dengan ruangan dengan pencahayaan yang terang, ruangan dengan pencahayaan yang temaram dapat membuat mereka tidur lebih tenang dan damai.(eny/rma)
sumber: wolipop.com

Warsito P Taruno, Pencipta Alat Pembasmi Kanker

Semula Warsito P Taruno adalah ahli tomografi yaitu ilmu atau teknologi tentang cara “melihat” reaksi dalam reaktor baja atau bejana tak tembus cahaya. Namun didorong keinginan membantu kakaknya yang mengidap kanker payudara, dia berhasil menciptakan alat pembasmi kanker.

Alat berbentuk rompi yang didalamnya berisi lempengan logam yang dialiri listrik dari baterai itu terbukti berhasil menyembuhkan penyakit kanker sang kakak. Tak hanya itu doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang ini juga berhasil mengembangkan alat itu untuk membasmi kanker otak, kanker usus, dan sebagainya.

Bahkan kini, alat pembasmi kanker ini juga digunakan oleh sebuah jaringan rumah sakit di India. “Kami sudah melakukan kesepakatan kerjasama pemanfaatan alat ini untuk pasien rumah Sakit Apolo di India. Ini sebuah jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota di India,” ujar Warsito yang mendirikan CTechs Laboratory di ruko Modernland, Tangerang ini.

Selain India, sejumlah dokter dari Belgia juga sudah menyatakan keinginannya menggunakan alat pembasmi kanker ini untuk pengobatan di salah satu negara Eropa itu. Selain itu, dokter dari Belgia ini juga bersedia membantu pengembangan alat yang ditemuka Warsito. Bahkan bersedia menjadi semacam perwakilan di Eropa.

Alat yang menggunakan prinsip radiasi listrik statis, telah menyembuhkan seorang pasien penderita kanker otak kecil. “Alhamdulillah, setelah pemakaian dua bulan pasien dinyatakan sembuh total. Saya mendapat salinan hasil CT-Scan otak pasien oleh tim dokter rumah sakit,” kata Warsito.

Saat ini, kantor Warsito tak hanya ramai dengan aktivitas penelitian tomografi, namun juga banyak di kunjungi penderita kanker. Tak hanya datang dari sekitar Ibu Kota, para penderita datang dari berbagai daerah. Bahkan beberapa diantaranya ada pasien yang datang dari Singapura dan Malaysia.

Warsito tidak mengambil keuntungan besar dari alat temuannya ini. Hanya saja mengingat banyaknya penderita yang datang, saat ini tim yang dimpimpinnya baru bisa menyelesaikan pesanan alat bagi penderita sekitar satu bulan. Alat tersebut dipakai disesuaikan dengan kondisi penyakit kanker yang diderita.

Menurut Warsito, alat pembasmi kanker yang dikembangkan sedang dalam proses sertifikasi oleh Balitbang, Kementerian Kesehatan. Dia mengatakan, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran. 

Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, kata dia, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya. “Yang pasti ini akan mengubah metode pengobatan yang selama ini menggunakan radiasi berisiko tinggi dan berbiaya mahal,” kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah yang melakukan post doctoral di Ohio University, Amerika ini.

Saat ini sudah banyak penderita yang memakai dan sembuh setelah memakai alat ini. Saat awal memakai, penderita biasanya ditandai dengan keringat yang bau menyengat serta feses berwarna hitam. Meski demikian ia mengakui bahwa alat yang dia temukan itu masih perlu dielaborasi lebih jauh terutama dari sisi ilmu kedokteran. (ris)
sumber: ciputraentrepreneurship.com

Apakah Anda Kena Diabetes? Cari Tahu dengan 10 Pertanyaan Ini

Jakarta, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penderita diabetes terbesar di dunia. Pola makan dan gaya hidup harus benar-benar diperhatikan agar terhindar dari penyakit ini. 

Nah, apakah Anda terkena diabetes? Cari tahu jawabannya dengan menjawab 10 pertanyaan berikut, seperti dikutip dari health.india.com, Kamis (22/11/2012):

1. Apakah nafsu makan Anda meningkat akhir-akhir ini?

Nafsu makan yang meningkat disebut pula sebagai polifagia, terjadi ketika kadar gula darahnya tinggi. Sel-sel di dalam tubuh akan merasa kelaparan, karena tidak dapat menggunakan glukosa yang berada di dalam aliran darah. Hal inilah yang membuat seseorang selalu merasa kelaparan.

2. Apakah Anda lebih sering buang air kecil?

Hal ini menunjukkan poliuria disebabkan oleh tingginya jumlah glukosa dalam urin.

3. Apakah Anda sering merasa haus?

Ini bisa jadi merupakan polydypsia yang disebabkan oleh peningkatan buang air kecil dan hilangnya cairan.

4. Apakah berat badan Anda menurun meskipun nafsu makan besar?

Dalam diabetes, tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa yang tersedia. Karena ketiadaan bahan bakar, akhirnya lemak pun dibakar. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan.

5. Apakah belakangan ini Anda merasa lelah sepanjang hari?

Karena cadangan glukosa yang tidak digunakan, tubuh tidak mampu untuk mendapatkan energi dan karenanya merasa lebih lelah.

6. Apakah Anda merasa kesemutan di kaki dan jari-jari atau ada sensasi mati rasa?

Tingkat glukosa yang tinggi dalam tubuh dapat mempengaruhi saraf sehingga dapat menyebabkan kesemutan atau 'neuropati diabetes'. Terkadang menyebabkan mati rasa di pinggiran tubuh.

7. Apakah Anda mengalami infeksi lebih sering daripada sebelumnya?

Tingkat gizi berkurang dalam sel-sel tubuh sehingga dapat menurunkan kekebalan. Akibatnya sering mengalami infeksi terutama di saluran kemih, kulit, dan vagina.

8. Apakah penglihatan Anda menjadi kabur?

Bentuk dan fleksibilitas lensa mata berubah karena gula darah yang tinggi, sehingga mendistorsi kemampuan mata untuk fokus. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur.

9. Apakah luka di tubuh Anda lama sembuh?

Karena sistem kekebalan tubuh yang lemah maka infeksi memiliki kecenderungan meningkat. Karena itu penyembuhan luka pada penderita diabetes pun menjadi lama.

10. Apakah Anda sering uring-uringan atau depresi akhir-akhir ini?

Hal ini bisa terjadi karena pasokan dan nutrisi glukosa ke otak menurun.

Jika Anda menjawab ya untuk 10 pertanyaan tersebut, maka sepertinya Anda memiliki gejala diabetes. Segeralah pergi ke dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penanganan medis yang tepat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, Anda tidak perlu dihantu penyakit ini.(vit/up)
sumber: health.detik.com

2 comments:

Alhamdulillah, saya dan keluarga tidak terkena diabetes, semoga bisa menjaga kesehatan. (www.yayasanrahmatanlilalaminjakartatimur.org)
Alhamdulillah, saya dan keluarga tidak terkena diabetes, semoga bisa menjaga kesehatan. (www.yayasanrahmatanlilalaminjakartatimur.org)

Keren! Indonesia Punya Google Street View

Jakarta - Berkelana dengan memanfaatkan layanan pemetaan Google kini lebih mudah. Tak hanya bisa mencari melalui Google Maps via satelit, pengguna di Indonesia sudah bisa pakai Google Street View. Asyik! 

Menjadi negara ke-45, Indonesia akhirnya disambangi Street View dari Google. Hari ini, Jumat (23/11/2012), bertempat di Cow Feed, Epicentrum Walk, Jakarta, Google dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi meluncurkan layanan tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, hadir meresmikan layanan Street View di Tanah Air. Ini menjadi penanda, mobil Google Street View segera beroperasi mengumpulkan data berupa foto.

"Kami punya lebih dari 10 mobil yang dilengkapi kamera 360 derajat untuk memfoto tempat-tempat yang nantinya dimasukkan ke data Street View," ujar Google Product Manager, Andrew McGlinchey.

Jakarta menjadi kota pertama yang akan didata. Street View pun nantinya akan 'menjelajah' kota-kota lain dan daerah terpencil. Dikatakan Andrew, foto-foto ini akan diupdate per satu atau dua tahun.

"Google Street View adalah fitur dari Google yang memungkinkan penggunanya melihat keadaan sebenarnya di suatu tempat. Meski sudah ada sejak tahun 2007, namun baru tahun ini akhirnya hadir di Indonesia," jelas Andrew. 

Tak lupa, Andrew memaparkan empat hal penting dari Google Street View. Pertama, foto yang diambil hanyalah yang ada di tempat umum. Kedua, data tidak bersifat realtime. Dengan demikian, pengguna tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi hari ini. 

Untuk keamanan dan privasi, semua wajah orang dan plat nomor kendaraan akan dibuat blur atau buram. Terakhir, Google punya kewenangan menghapus foto jika dianggap melanggar privasi seseorang, perusahaan atau pemerintahan.( shf / rns )
Sumber: Inet.detik.com

Penemuan Baru! Ilmuwan Jepang Ciptakan Sel Khusus Pembunuh Kanker

Jakarta, Hingga kini kanker bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang hampir tak ada obatnya alias sulit disembuhkan. Berbagai pengobatan yang sudah ada pun hanya bertujuan mengurangi kemampuan sel 'jahat' kanker untuk berkembang biak. Namun baru-baru ini tim peneliti dari Jepang menemukan pengobatan kanker baru dengan memanfaatkan sel T yang diklaim dapat membunuh kanker untuk pertama kalinya.

Sebenarnya secara alami sel T atau bagian dari sel darah putih yang berperan utama dalam sistem kekebalan sel sudah terdapat di dalam tubuh setiap orang tapi jumlahnya kecil. Oleh karena itu peneliti menduga dengan menyuntikkan sel T tambahan dalam jumlah besar ke tubuh pasien maka upaya itu dapat memperkuat sistem kekebalan sel dan tubuh secara menyeluruh untuk melawan kanker.

Untuk membuat sel spesifik yang disebut dengan limfosit T pembunuh (killer T lymphocytes) ini, awalnya tim peneliti harus memprogram ulang limfosit T yang memiliki spesialisasi membunuh beberapa jenis kanker tertentu menjadi jenis sel lain yang disebut induced pluripotent stem cells (sel iPS). Sel-sel iPS inilah yang menghasilkan limfosit T spesifik kanker.

Kendati begitu, studi sebelumnya menemukan limfosit T pembunuh yang dihasilkan di dalam laboratorium dengan menggunakan metode konvensional dianggap kurang efisien dalam membunuh sel-sel kanker karena masa hidupnya yang sangat pendek sehingga penggunaan limfosit T pembunuh untuk pengobatan kanker menjadi terbatas.

Beruntung peneliti telah mengantisipasi kendala itu. Untuk mengatasinya, tim peneliti dari RIKEN Research Centre for Allergy and Immunology yang dipimpin Hiroshi Kawamoto ini pun memprogram ulang limfosit T pembunuh pada orang dewasa menjadi sel-sel iPS dan mengamati bagaimana sel-sel ini terdiferensiasi. Caranya dengan memapari limfosit T pembunuh dengan 'faktor Yamanaka' atau sekelompok senyawa yang menginduksi sel-sel agar kembali ke tahap non-spesialisasi.

Kemudian sel-sel iPS yang diperoleh dari proses itu ditumbuhkan di dalam lab dan diinduksi agar dapat berdiferensiasi menjadi limfosit T pembunuh. Jenis limfosit T baru ini pun telah terbukti spesifik dengan limfosit asli yang ada pada beberapa jenis kanker kulit yang sama.

Tak hanya itu, peneliti juga mempertahankan reorganisasi genetik selnya dan membuat limfosit T pembunuh ini mampu mengekspresikan reseptor kanker spesifik pada permukaan 'tubuhnya'. Limfosit T baru ini juga diketahui aktif memproduksi senyawa anti-tumor.

"Kami telah berhasil mengembangkan sel-sel T spesifik antigen dengan membuat sel-sel iPS dan mendiferensiasikan mereka untuk kembali menjadi sel T yang fungsional," tukas Dr. Kawamoto seperti dilansir dari Daily Mail, Sabtu (5/1/2013).

"Langkah selanjutnya adalah menguji apakah sel T ini dapat membunuh sel-sel tumor secara selektif, tidak dengan sel-sel lainnya di dalam tubuh. Jika mereka bisa melakukannya maka sel-sel ini dapat disuntikkan langsung ke dalam tubuh pasien untuk terapi. Bahkan hal ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat," lanjutnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Stem Cell.(vit/vit)

Agar Tidak BT Saat Ada Karyawan Lain Iri dengan Kenaikan Jabatan Anda

Agar Tidak BT Saat Ada Karyawan Lain Iri dengan Kenaikan Jabatan Anda

Jakarta - Pernahkah Anda menjadi bahan omongan sesama rekan kerja? Tentunya hal tersebut tidak menyenangkan. Apalagi ketika baru mendapat kenaikan jabatan dan disebut prestasi itu bukan karena kinerja Anda semata.

Perasaan iri orang lain atas prestasi Anda bisa mengganggu kebahagiaan yang didapat atas kenaikan jabatan. Saat Anda sudah bekerja keras, sementara karyawan lain menganggap Anda mendapat promosi karena kedekatan dengan atasan atau kecantikan semata, tentunya hal itu membuat kesal.

Pakar dari Experd Consultant, perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi pengembangan sumber daya manusia, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman melihat hal itu umum terjadi dalam lingkungan kerja. Sekarang tinggal bagaimana Anda menyikapi semua itu dengan positif, tidak stres atau malah terpuruk.

"Ini justru menjadi tantangan. Bagaimana caranya supaya dia mendekatkan dirinya serta merangkul pihak-pihak serta rekan-rekan yang tidak suka dengan kesuksesan itu," jelas Cherry yang menjabat sebagai Chief Consultan Assessment di Experd Consultan itu saat diwawancara wolipop, Rabu (9/1/2013).

Apa yang harus dilakukan agar bisa merangkul pihak-pihak yang iri dengan kesuksesan Anda itu? Saran dari Cherry, cobalah kembangkan interaksi sosial Anda dengan karyawan lainnya. Misalnya dengan makan siang bersama atau melakukan kegiatan menyenangkan lain di luar jam kantor. 

"Jangan menunjukkan bahwa kita menunjatuhkan mereka. Kita tunjukkan bahwa kita bisa bersama-sama mencapai prestasi yang lebih baik lagi," tambah Cherry.

Kalaupun omongan negatif itu tetap ada, yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak mempedulikannya. Anggap saja omongan itu tidak pernah ada dan tetaplah bekerja secara maksimal. Menurut Cherry, jangan juga Anda menghindari atau justru mencari-cari dukungan dari karyawan lain dan mengajak mereka membenci pihak yang iri tersebut.

"Dari situ bisa terlihat bahwa kita bisa lebih matang, tidak emosional dalam bekerja, persaingan kerja juga positif. Lingkungan sekitar juga akan menilai sendiri," pungkas wanita yang sudah enam tahun bekerja di Experd Consultant itu.(aln/aln)
 
sumber: wolipop.com