INI DIA LIRIK LAGUNYA SAYA :)
Klik>
http://www.academia.edu/3621124/Project_FL_Studio_at_NuriAndhika
Rabu, 29 Mei 2013
Rabu, 27 Maret 2013
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
disini saya akan membahas secara tuntas menganai sistem informasi manajemen dari apa itu manajemen sampai pada akhirnya perlunnya sebuah sistem informasi manajemen .. utuk lebih jelasnya silahkan di baca di bawah ini ...!! ^,^
"SIM adalah sekumpulan sistem informasi yang salign berinteraksi ,yang memberikan informasi baik untuk kepentingan operasi atau kegiatan manajerial"
Manajemen adalah kata yang mnegandung makna seni melaksanakan dan mengatur
Pengertian Perusahaan dan Tujuannya
Secara umum perusahaan (business) adalah suatu organisasi di mana sumber daya (input), seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang dan jasa (output) bagi pelanggan.
Perusahaan adalah suatu organisasi dimana sumberdaya (input) di proses /di olah ,dan akan mengahasilkan sesutau (output) untuk pelanggannya.
Tujuan dari perusahaan secara umum ialah laba/keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut.
Jenis-Jenis Perusahaan
Terdapat tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba yaitu :
a) Perusahaan Manufaktur (Manufacturing) : Mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada masing-masing pelanggan.
b) Perusahaan Dagang (Merchandising) : Menjual produk kepada pelanggan tanpa mengubah bentuk barang dan jasanya.
c) Perusahaan Jasa (Service) : Menghasilkan jasa untuk pelanggan.
Jenis-Jenis Organisasi Perusahaan
Umumnya, terdapat empat bentuk perusahaan yang berbeda, yakni :
a) Perusahaan Perseorangan dimiliki oleh perorangan
b) Persekutuan (partnership) dimiliki dua atau lebih individu
c) Korporasi (corporation) dibentuk sebagai suatu badan hukum terpisah
d) Perusahaan dengan Kewajiban Terbatas (Limited Liability Corporation)
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan adalah perorangan atau entitas yang mempunyai kepentingan dalam menentukan kinerja perusahaan. Terdiri dari :
a) Pemilik (owners) : Pihak yang menginvestasikan sumber dayanya.
b) Manajer (manager) : Orang yang diberi kewenangan oleh pemilik untuk mengoperasikan perusahaan.
c) Karyawan (employee) : Orang-orang yang memberikan jasanya kepada perusahaan sehingga mereka memperoleh upah.
d) Pelanggan (customers) : Pihak yang membeli/mengkonsumsi barang/jasa yang dijual/dihasilkan perusahaan.
e) Kreditor (creditors) : Pihak yang menginvestasikan sumber dayanya melalui pemberian kredit.
f) Pemerintah (government) : Pihak yang berkepentingan terhadap pemungutan pajak perusahaan.
KONSEP SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Unsur Unsur sistem informasi sederhana
semua sistem informasi memiliki tiga kegiatan utama yaitu : sistem menerima data (inputan) ;kemudian meprosesnya;dan akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya(output)
Sistem Informasi Pemrosesan Transaksi
gambar diatas menunjukan sistem pengolah data yang utamanya adalah sistem pemroses transaksi pada tingkat operasional,namun demikian ia bukan SIM.gambar tersebut menunjukan berbagai input transaksi yang berasal dari dua sumber yaitu :dari luar organisasi dan dari dalam organisasi.dari luar misalnya berasal dari pelanggan ,pemasok,dan kelompok kelompok lain.setiap peristiwa internal yang di catat oleh sistem dianggap sebagai transaksi.
Sistem informasi untuk manajer
gambar diatas menunjukan bagaimana sebuah prosedur informasi yang diberikan untuk manajer.dimana ada 4 informasi pertama yang dihasilkan oleh komputer dan akan diteruskan untuk di berikan kepada seorang manajer.
Sistem inforamasi untuk keperluan eksternal
hampir semua organisasi harus mempersiapkan laporan keuangan untuk didistribusikan kepada orang atau pihak diluar organisasi,di mana organisasi berinteraksi dengan lingkunganya.Laporan eksternal ini selain bersifat laporan terbatas (misalnya,laporan kepada lembaga pemerintah tentunya tidak diikuti dengan asuransi sosial atau pajak pendapatan)atau laporan keuangan serba guna - yaitu neraca pendapatan perusahaan.Seringkali sub-sistem khusus harus dirancang agar menghasilkan laporan bertujuan terbatas,untuk itu harus ada ratusan sub sistem informasi di dalam organisasi yang mampu memberikan laporan khusus ini.
Sistem Informasi Intelejen
pada sebagian organisasi yang memiliki rencana jangka panjang ,yakni rencana induk (master plan) yang mana beberapa sistem rencana yang mengacu dan berintegrasi padanya,sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ,perencanaan yang lainnya berlangsung di dalam kerangka dan pedoman yang ditetapkan oleh rencana jangka panjang.
sebuah sistem informasi intelijen biasanya bersifat setengah independen terhadap sistem informasi lain.Sebagian besar informasi yang dihasilkan biasanya diarahkan untuk perancangan strategis.
Sistem penopang keputusan
sistem penopang keputusan (decision suport sistem,dss) berbeda dari sebagaian besar sistem informasi tradisional karena masing masing DSS bersifat khas (dan biasanya mengunakan mikrokomputer tersendiri) ,serta sepenuhnya berada di bawah wewenang manajer.DSS walau disusun dan di jalankan oleh manajer ,namun demikian tetap merupakan bagian SIM.
Tugas utama sistem informasi organisasi
setiap organisasi memiliki beberapa tugas yang harus dikelola sedemikian bagus sehingga organisasi berhasil menyelesaikan seluruh sasaran yang di tetapkan ,bahkan juga berhasil mempertahankan kelangsungan hidupnya.Pada dasarnya setiap organisasi memiliki tiga hingga tujuh tugas utama ,yang oleh Rokrat disebut "faktor faktor kritis keberhasilan".Hal ini biasanya ditentukan oleh sifat lingkungan organisasi ,oleh cepatnya perubahan lingkungan dan sifat industri yg mana organisasi merupakan bagian darinya atau posisinya di dalam industri tersebut.
Integrasi sistem informasi
pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen.berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara sesuai dengan keperluan integrasinya.Salah satu diantarnya adalah dengan arus data faktual atau potensial di antara mereka.Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat apabila data di dalam file dari suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya,akan tetapi akan menjadi mustahil bagi sistem kedua untuk menghasilkan data tersebut atau apabila pendekatan ini akan menjadi mahal,lebih lambat,atau kurang tepat dibanding menggunakan data dari file sistem pertama.
Antar muka (inter-face) antara manajer dengan mesin
data dari sebuah organisasi tidak akan menjadi informasi sebelum dikomunikasian dalam bentuk yang bermanfaat bagi personil organisasi yang memerlukannya.Komunikasi ini berlangsung dalam apa yang di sebut "antar muka manajemen /manusia" pengertian dari 'antar muka manajemen/manusia" adalah titik kontak di mana sistem komputer memberikan data kepada sistem komputer.
ada contoh misalnya tentang sistem pengolahan data yang tidak berhasil dikembangkan menjadi sistem informasi manajemen disebabkan tidak dikembangkannya "antar-muka manajemen/manusia"-sehingga mesin dan manaejer tidak dapat berkomunikasi secara efektif.program komputer yang tidak dirancang untuk berinteraksi dengan manajer biasanya yang menjadi kambing hitam dari masalah ini.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
apa itu sistem informasi manajemen ?
definisi SIM
sistem informasi manajemen (SIM) adalah serangkain sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentrasformasikan data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
tugas manajer
tidak hanya mengatur saja namun seorang manajer juga harus :
- memadukan dan menyeimbangkan tujuan yang saling bertetangan
- bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan
- harus berpikir secara analis dan konsepsual
- mengambil keputusan dll
A.Sistem informasi manajemen : masalah tingkatan
SIM adalah hasil perhatian cermat atas proses perencanaan dan perancangan,lebih jauh ia diciptakan selama periode beberapa tahun dan tidak pernah selesai karena sistem tersebut selalu memerlukan penambahan atau modifikasi.
sistem informasi manajemen sebagai konsep abstrak yang dirumuskan sebagaimana apa adanya ,dalam kenyataan nya ,pada hal tertentu SIM dari organisasi besar tidak lah demikian.Batas samapai manakah semua isi SIM telah dikemukakan adalah masalah tingkatan.Sebenarnya ,sebagian sistem informasi manajemen suatu organisasi telah di kembangkan dengan baik untuk bidang tertentu hanya saja memiliki kekurangan untuk bidang yang lain.
sering sangat mustahil untuk menyatakan bahwa suatu organisasi harus atau tidak harus memiliki sistem informasi manajemen ,Karena tidak ada sifat atau serangkaian sifat penentu yang menetapkan bahwa sistem informasi harus tertata untuk dikualifikasikan sebgaimana halnya sebuah sistem informasi manajemen.Ketidakmampuan untuk menetapkan secara tepat apakah sistem informasi manajemen yang ada di dalam organisasi cenderung menjadikan seluruh konsep tentang sistem informasi manajemen terlihat "fuzzy" bagi sebagian mahasiswa.Tetapi tidaklah demikian bagi yang berpengalaman dalam sistem informasi ,mereka tentu tidak melihat hal yang demikian sebagai sesuatu yang menimbulkan frustasi.
B.Kemampuan sebuah sistem informasi manajemen
pemahaman yang tepat tentang apa dapat diselesaikan oleh sistem informasi manajemen suatu organisasi jelas sangat esensial.Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang di komputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisi masing masing tugas organisasi dan menyesuaikan kemampuan komputer.
sistem informasi manajemen secara khusus mungkin memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya.secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan yang sering di ucapkan bahwa "komputer hanyalah mesin yg dapat penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi ,sebenarnya ia tidak dapat mengajarkan sesuatu ; ia hanya dapat mengajarkan lebih cepat".Sistem informasi berkomputer akan dapat memiliki sejumlah kemampuan yang jauh diatas sistem non-komputer.Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan sistem tersebut.KIni,perubahan penting dalam cara organisasi disusun dan di kelola dapat dilacak dari adanya sistem informasi komputer.
C.Kemampuan pelaporan
Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan ada beberapa jenis pelaporan ,dan laporan ini harus memiliki sifat tertentu;yakni ,laporan harus dirancang sesuai dengan bentuk tertentu.
Prinsip Pelaporan
- laporan harus menonjolkan informasi terpenting
- laporan harus seringkas mungkin
- harus disediakan dukungan (back-up) rinci
- sestem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
- setiap laporan harus berformat keputusan terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja
apakah IRM
IRM adalah konsep ,gagasan ,dan juga prespektif tinimbang dan kesatuan
isi IRM :
- pengolahan bisnis
- pengembangan sistem dan penerapan di dalam konteks IRM
- manajemen data
- jaringan
- otomatisasi perkantoran dan pengolah data
- komputansi pengguna akhir
- pusat informasi
Perancangan,penerapan dan pengoperasian sebuah SIM (sistem informasi manajemen) adalah mahal dan sulit.Upaya ini dan biaya yang di perlukan harus ditimbang timbang.Ada beberapa faktor yang membuatnya menjadi semakin diperlukan dibandingkan pada dua atau tiga dekade yang lalu.
satu faktor adalah bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang lebih rumit dibanging masa sebelumnya.Salah satu alasan dari kerumitan ini ialah semakin meningkatnya dengan munculnya pengaturan dari pemerintah ,yang mensyaratkan agar organisasi melakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya dianggap tidak perlu.
lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetaoi juga dinamis ,oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat ,dan terutama memperpendek waktu antara munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.faktor lain atas di perlukannya informasi yang lebih canggih -tidak terlalu berlebihan :yaitu bahwa banyak sekolah bisnis dan manajemen telah meningkatkan mutu manajer.Kini para manajer telah memahami dan mampu menggunakan teknik manajemen yang lebih canggih dibanding para pendahulunya.
contoh
manajemen informasi perpustakaan
manajemen informasi kesehatan
sumber bacaan : George M Scott (prinsip - prinsip informasi manajemen).
DESAIN GLOBAL SISTEM /DESAIN MAKRO SISTEM
setelah membahas apa yang di harus di lakukan untuk pengembangan sistem selajutnya saya akan membahas desain global sistem atau desain makro yang bertujuan memberikan gambaran secara umum kepada user / pengguna tentang sistem yang baru (pengembangan sistem lama).
PRINSIP MELAKUKAN DESAIN
tahap desain sistem,di lakukan oleh sistem designer yang melakukan interajsi atau joint interaction dengan pengguna sistem.
John G Burch (1992) menggambarkan interaksi antara sistem designer dengan user seperti berikut.
gambar di atas menjelaskan bahwa sistem designer mempunyai kewajiban untuk melakukan desain dan di samping itu juga melakukan komunikasi yang aktif dengan user .Hasil desain di evaluasi oleh user dari sudut pandang kepentingan pemakai,untuk kemudian diimplementasikan kembali oleh sistem designer.
prinsip prinsip yang perlu di pahami dalam melakukan desain sebuah informasi :
- proses desain merupakan langkah lanjutan dari analis data,jadi desain harus ditelusuri sampai ke tingkat analis
- desain sebuah sistem harus meminimalkan kesejangan intelektual.
- desain harus mengungkap keseragaman dan integrasi antar sub sistem yang kuat
- desain harus berorientasi ke kondisi sekrang dan masa depan
- desain harus mempertimbangkan konsep penanganan kesalahan pada saat pengoperasian sistem
- desai harus dinilai kualitasnya pada saat desain dibuat
- desain harus di kaji lebih lanjut sehingga dapat meminimalkan kesalahan - kesalahan konseptual
untuk melakukan proses desain umum,diperlukan alat bantu pembuatan desain tersebut yaitu :
- data flow diagram
- data dictionary
- flowchart
1. Data Flow Diagram
data flow diagram , untuk menejelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja.Arus data tersebut nantinya dapat di jelaskan dengan menggunakan kamus data(data dictionary).
beberapa symbol yang berada di Data Flow Diagram antara lain :
2.DATA DICTIONARY
Kamus data (Data Dictionary) merupakan kumpulan data yang memberikan informasi mengenai diskripsi formal dari elemenelemen yang ada pada Data Flow Diagram. Informasi tersebut mencakup definisi, struktur serta pemakai data.
Contoh kamus data
Nama Data : Karyawan
Keterangan : Data tentang identitas karyawan
Sumber : Departemen Personalia
Struktur Data : Nomor Induk Pegawai
Nama pegawai
Jabatan
Departemen
Tempat Lahir
Tanggal lahir
Alamat Pegawai : Jalan + Kota
Agama
Golongan Darah
FLOW CHART
Bagan Alir Sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat
guna untuk menggambarkan Physical System, symbol-simbol
bagan alir ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya dari sebuah
sistem seperti simbol terminal, hard disk, laporan-laporan, dan
lain sebagainnya.
Simbol-simbol dalam sebuah flowchart antara lain adalah :
1.terminal
simbolterminal digunakan sebagai posisi yang menyatakan awal atau akhir suatu proses .Untuk awal garis ,simbol tersebut akan diikuti oleh anak panah yang menunjukan arah proses berikutnya.
2.perparation
merupakan simbol yang menandakan adanya suatu pemeberian nilai tertentu terhadap sebuah variabel sebelum dilanjutkan ke proses tahap berikutnya.
3.procesing
menyatakan kegiatan pengolahan data setelah menerima masukan dari simbol yang lain dan mendistribusikan hasilnya kepada proses berikutnya.
4.condition
merupakan simbol yang digunakan untuk menanyakan apakah suatu kondisi logika tertentu sudah terpenuhi .Jika sudah ,proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dan jika tidak maka proses tidak dilanjutkan atau kembali ke proses sebelumnya.
5.document
simbol ini diartikan sebagai sebuah dokumen baik sebagai data (input) maupun data keluaran (dokumen report).jika simbol merupakan data masukan,maka yang mengikutinya adalah anak panah keluar yang di lanjutkan ke proses berikutnya.jika simbol merupakan hasil suatu proses ,maka ada simbol lain yang mengikuti atau mengarah pada simbol tersebut.
6.conector
Connector digunakan untuk menandai dan mengatur perpindahan halaman jika diagram alur tidak cukup diterapkan dalam satu halaman saja.
EVALUASI ALTERNATIF DAN ANALISIS BIAYA - MANFAAT
Evaluasi alternatif, merupakan tahap untuk menentukan pendekatan sistem yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan pemakai. Pada tahap ini semua alternatif diidentifikasikan dan diuji, yang kemudian salah satu yang terbaik dari berbagai alternatif tersebut ditetapkan sebagai solusi terhadap masalah pemakai.
Analisis biaya dan manfaat merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan tahap ini. Analisis ini digunakan untuk melihat apakah sistem yang diterapkan dapat mengurangi biaya atau meningkatkan pendapatan perusahaan pemakainya.
sumber bacaan: materi kuliah SI 112B
TRANSFORMASI SISTEM INFORMASI TRADISIONAL KE BASIS KOMPUTER
Sebuah proses komputerisasi, terkadang tidak sepenuhnya bisa diterima oleh banyak
pihak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal itu. Seperti misalnya ketakutan
akan pekerjaan yang hilang karena digantikan oleh komputer, ketakutan akan
terjadinya kesulitan dalam pengoperasian sistem berbasis komputer dan sebagainya. Agar
proses pergeseran dari sistem informasi tradisional ke basis komputer dapat berjalan
sebagaimana mestinya, perlu dipahami konsep-konsep perubahan yang terjadi dalam
pergeseran tersebut.
MEMAHAMI KOMPUTERISASI
Istilah komputerisasi berarti bahwa kegiatan pengelolaan data yang dilakukan, sebagian
besar prosesnya menggunakan komputer sebagai alat bantu. Proses komputerisasi ini
melibatkan “komputer” sebagai perangkat utama sarana pemrosesan dan “manusia”
sebagai pengoperasi serta pengendali perangkat tersebut.
Titik Fokus dalam Komputerisasi Sistem Informasi
Komputerisasi sebuah sistem informasi memiliki lima titik fokus dalam kerangka
peningkatan kinerja sistem itu sendiri.Kelima titik fokus adalah sebagai berikut
1.Fokus Awal pada Data
Data merupakan bahan mentah yang akn diolah menjadi suatu informasi.
Keberhasilan proses pengumpulan data, termasuk keberhasilan dalam
memperoleh data yang benar, menjadi titik tolak keberhasilan pembuatan sebuah
informasi.
2. Fokus pada Informasi
Konsep Sistem Informasi, menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan
untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional
dan level aktivitasnya.
3. Fokus pada Komunikasi
Penggunaan komputer juga menimbulkan suatu pengaruh yang baru yaitu
terjadinya otomatisasi kantor atau office automation (OA). OA memudahkan
komunikasi dan meningkatkan produktifitas di antara para manajer dan pekerja
kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
4. Fokus pada Konsultasi
Perkembangan terakhir pada dunia komputer dekade ini adalah sedang
berlangsungnya gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa
komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang
sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI, yaitu sistem pakar atau expert
system (ES), mendapat paling banyak perhatian. Komputer diberlakukan sebagai
sistem pakar sehinga mampu menyediakan informasi dan membantu dalam
pemecahan masalah di berbagai hal sebagaimana layaknya seorang konsultan
bagi mereka yang memerlukannya.
5. Fokus Pendukung Keputusan
Penggunaan komputer juga mengarah pada terbentuknya sistem pendukung
keputusan atau decision support system (DSS). Konsep DSS pada awalnya
diformulasikan oleh Michael S. Scott Morton, Anthony Gorry dan Peter G. W. Keen,
ilmuwan informasi pada Massachusetts Institute of Technology (MIT). DSS adalah
sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang
harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer yang
dapat berada di bagian mana pun dalam organisasi – pada tingkat mana pun dan
dalam area fungsional apa pun.
MEMAHAMI TIPE PERUBAHAN
Untuk memperlancar proses transformasi sistem, maka akan disampaikan terlebih
dahulu kategori perubahan yang terjadi antara sistem lama dan sistem baru tersebut.
Perubahan suatu sistem dapat dikategorikan ke dalam tiga hal sebagai berikut :
Perubahan Korektif
Perubahan korektif merupakan perubahan yang dilakukan karena sistem lama tidak
dapat memproses data masukan dan menghasilkan output dengan tepat. Seperti yang
terjadi di dalam program komputer, misalnya. Perubahan korektif dalam sebuah program
terjadi karena karena program lama tidak dapat memproses data dengan benar. Hal ini
dapat disebabkan karena pembuatan program sebelumnya ternyata memasukkan
kesalahan logika yang tidak terduga ke dalam program. Juga dikarenakan terdapatnya
kelemahan-kelemahan kontrol ke dalam suatu program sehingga memberi peluang
adanya akses ke data yang tidak sah.
Perubahan Adaptif.
Perubahan adaptif merupakan perubahan yang terjadi untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan sistem yang memang berubah. Sebagai contoh, perubahan adaptif bisa
disebabkan karena ditetapkannya aturan akuntansi yang baru, aturan perpajakan baru,
perubahan bentuk laporan untuk instansi tertentu yang berwewenang, dan lain-lain.
Perubahan Perfektif.
Perubahan perfektif dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sistem sehingga dapat
meningkatkan manfaatnya bagai pemakai sistem tersebut. Sebagai contoh perubahan ini adalah adanya desain ulang struktur file agar dapat lebih meningkat efisiensinya dan
perubahan-perubahan program yang memungkinkan program dapat diproses dalam
waktu yang relatif lebih singkat.
Dengan mengenal dan memahami tipe perubahan yang terjadi dalam suatu sistem, maka
akan dipahami pula sampai sejauh mana langkah yang harus dilakukan dalam tahap
transformasi ini. Seperti misalnya, perubahan korektif dan adaptif sama-sama memiliki
ciri yang “mutlak” yaitu harus dilaksanakan sesuai dengan batasan-batasan yang
ditentukan untuk perubahan tersebut. Sedangkan perubahan perfektif lebih bersifat
optional dan dapat diterapkan meski tidak harus.
TAHAPAN PROSES TRANSFORMASI.
Berikut adalah sembilan tahapan yang terjadi dalam proses transformasi ke dalam sistem
informasi yang berbasis komputer :
1. Tahap Investigasi Sistem dan Definisi Masalah.
2. Tahap Studi Kelayakan.
3. Tahap Desain Sistem.
4. Tahap Implementasi
5. Tahap Instalasi
6. Tahap Konversi Data
7. Tahap Pengujian
8. Tahap Runing Sistem
9. Tahap Evaluasi
Tahap Investigasi Sistem dan Definisi Masalah
Investigasi sistem, dimaksudkan untuk menganalisa sistem yang sudah berjalan, tentang
kelebihan dan kekurangannya serta hal-hal apa yang perlu dilakukan perubahan pada
sistem baru nantinya. Kegiatan ini mencakup investigasi terhadap setiap anggota
kelompok yang terdapat dalam perusahaan. Hal ini mengingat bahwa di dalam
perusahaan terdiri dari berbagai kelompok yang tentunya mempunyai pendapat yang
berbeda-beda terhadap penerapan sistem. Selama fase ini, harus dicapai suatu
kesepakatan mengenai sifat permasalahan yang ada dan juga mengenai hal-hal yang
harus dipenuhi oleh sistem baru nantinya.
Studi Kelayakan.
Setelah melakukan investigasi sistem serta menentukan point-point perubahan yang
akan dilakukan, langkah selanjutnya adalah menilai kelayakan sistem yang akan dibuat.
Studi Kelayakan (feasibility study) adalah suatu studi yang akan digunakan untuk
menentukan kemungkinan apakah pengembangan suatu proyek layak atau tidak untuk
diteruskan. Dari hasil penelitian pendahuluan tentang sistem, juga bisa dinilai kelayakan
sebuah proyek sistem.
Tahap Desain Sistem
Setelah program yang akan dibuat dinilai layak untuk diaplikasikan, langkah selanjutnya
adalah menyusun desain sistem. Tujuan utama dari kegiatan design sebuah sistem
adalah untuk memberikan gambaran tentang model sistem baru yang akan diterapkan
baik dari sisi input, proses maupun output sistem tersebut. Desain sistem digolongkah
menjadi dua kelompok utama yaitu desain makro dan desain spesifik.
Desain makro dari suatu sistem, mempertimbangkan alternatif-alternatif terluas dari
suatu perancangan sistem. Sebagai contoh, pada tahap awal suatu desain makro
mungkin bisa mempertimbangkan apakah sistem yang bersangkutan merupakan sistem yang bersangkutan merupakan sistem yang desentralisasi ataukah merupakan sistem yang didistribusikan.Sedangkan pada desain spesifik, di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan yang lebih khusus yang lebih mengarah ke desain bntuk dan format sistem. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain seperti desain teknologi, input, desain proses, desain output dan desain database.
Tahap Implementasi
Setelah mendapatkan panduan pembuatan sistem dari tahap desain sistem yang cukup
panjang dan membutuhkan pemikiran yang melelahkan, tahap selanjutnya adalah
melakukan kegitaan implementasi sistem.
Implementasi sistem yang dimaksud merupakan proses pembuatan program berdasarkan
desain sistem yang telah ditentukan. Proses ini melibatkan para programmer bekerja
sama debgan analis desain agar pembuatn program dapat sesuai dan tidak menyimpang
dari desain yang telah ditentukan. Kegiatan implementasi juga akan banyak
mengandalkan kemampuan teknis dari para implementatornya karena kegiatan ini
merupakan kegiatan yang sangat terstruktur.
Tahap Instalasi Sistem
Tahap instalasi merupakan tahap pemasangan sistem secara utuh untuk dapat
dioperasikan baik dari sisi hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak)
maupun brainware (perangkat akal) sistem tersebut. Tahap ini juga mencakup penyiapan
lokasi pemasangan sampai pada kegiatan dokumentasi sistem.
Tahap Konversi Data.
Tahap konversi data ini dilakukan khususnya jika sebelum pemakaian program baru,
telah digunakan program lama yang didalamnya telah menggunakan file-file data untuk
diproses. Jika file-file yang ada dari data lama tersebut akan digantikan oleh file-file baru
yang tengah didesain, maka data dari file tersebut harus dikonversikan terlebih dahulu
agar sesuai dengan format dan struktur file yang baru yang untuk selanjutnya isi file lama
akan dimasukkan ke dalam file baru.
Pekerjaan konversi bisa jadi merupakan pekerjaan besar dan bisa memerlukan banyak
waktu. Apalagi jika dilaksanakan secara manual. Konversi yang dilaksanakan secara
manual biasanya dilakukan dengan membuat print out dari isi file data dan
menggunakannya sebagai dasar untuk memasukkan kembali data dalam bentuk yang
telah diubah sesuai dengan standar file baru.
Pada tahap ini, untuk efektifitas waktu sebaiknya dibuat sebuah program khusus untuk
pelaksanaan konversi untuk mengkonversi data dari file lama ke format file yang baru
secara elektronik serta mentransfer data dari file lama ke file baru secara otomatis pula.
Tahap Pengujian Sistem.
Tahap ini digunakan untuk mengetahui apakah program yang dibuat sudah
mendapatkan hasil output yang benar dan sesuai dengan keinginan penggunanya.
Testing sistem pada bagian ini meliputi testing sistem secara utuh, tidak hanya pada
perangkatnya saja yang meliputi hardware dan software, tetapi juga menyertakan
manusia sebagai brainware sistem.
Tahap Running Sistem
Setelah melalui tahap pengujian sistem, dan jika semua fungsi dari sistem yang baru
telah dinyatakan bebas dari kesalahan-kesalahan dalam pengolahan data secara normal,
maka perlu dilakukan proses persetujuan akan sistem yang akan digunakan. Persetujuan
sistem tersebut mempunyai arti bahwa semua pihak yang berkompeten dalam sistem
menyatakan bisa menerima pemakaian sistem baru tersebut dengan cara
menandatangani secara formal suatu dokumen persetujuan final yang menyatakan bahwa sistem yang akan digunakan telah lengkap dan bisa diterima. Penandatanganan
dokumen tersebut melibatkan pihak manajemen dan wakil-wakil pemakai yang berkompeten terhadap sistem.
Tahap Evaluasi Sistem
Tahap terakhir yang perlu dilakukan adalah evaluasi terhadap sistem yang sudah
berjalan. Tahap evaluasi ini dapat dilakukan pada saat sistem sedang berjalan atau
setelah satu periode operasional program selesai dilakukan dan telah menghasilkan
output-output yang diperlukan.
Hasil dari evaluasi ini adalah rekomendasi tentang kekurangan-kekurangan sistem yang
telah berjalan, sehingga akan diperoleh kesimpulan tentang perlu atau tidaknya
pengkoreksian program, penambahan terhadap prosedur-prosedurnya ataupun sudah
cukup dengan mempertahankan sistem yang ada.
sumber:(Sistem Informasi Berbasis Komputer - Teguh Wahyono)
KEBIJAKASANAAN DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Agar pembangunan sebuah sistem informasi dapat berjalan dengan lancar,
dibutuhkan suatu perencanaan yang matang. Tahap perencanaan dalam
pengembangan sebuah sistem informasi, menyangkut kebijaksanaan dalam
mempersiapkan team pengembangan proyek serta metode penyusunan jadwal pelaksanaan proyek sesuai dengan jenis sistem yang akan ditangani.
MEMPERSIAPKAN TEAM PENGEMBANGAN
Membentuk sebuah team yang tepat merupakan langkah awal menuju keberhasilan pembangunan sebuah sistem. Team yang tepat berarti team yang berisikan anggota anggota yang dapat saling bekerja sama. Team yang tepat berarti juga merupakan team yang memiliki kelengkapan bidang pekerjaan.
Jumlah anggota team proyek, disesuaikan dengan ruang lingkup proyek yang akan dikerjakan dan batas waktu yang diberikan oleh team manajemen. Lamanya tiap anggota team terlibat didalam proyek juga tergantung dari jenis pekerjaan yang harus ditangani sesuai dengan schedule yang disusun.
Secara umum, tenaga-tenaga yang dibutuhkan untuk implementasi sistem antara lain adalah pengawas proyek yang diambilkan dari team manajemen, kemudian seorang orang koordinator (analis sistem senior), beberapa orang analis yunior, beberapa orang programmer serta beberapa orang spesialis dalam bidang tertentu sesuai dengan sistem yang dikembangkan.
PENGAWAS PROYEK
Pengawas proyek dalam hal ini merupakan gabungan dari anggota team manajemen
internal perusahaan yang berkepentingan terhadap sistem tersebut. Komisi pengawas ini memiliki tugas antara lain :
1. Merumuskan baik secara kualitatif maupun kuantitatif, tujuan dan sasaran sistem yang akan dibuat.
2.Memberikan pedoman, pengarahan dan bahkan berperan serta dalam studi kelayakan yang dilakukan sebelum sistem diimplementasikan.
3. Sebagai penghubung dan jembatan komunikasi antara team proyek dengan organisasi secara umum. Termasuk juga bertugas memberikan pengertian dan memperkenalkan kegiatan proyek yang berlangsung kepada organisasi.
4. Memberikan persetujuan atas schedul proyek, anggaran proyek dan kalkulasi biaya serta melaksanakan pengendalian terakhir atas perkembangan kualitas, biaya dan realisasi proyek.
KOORDINATOR PROYEK
Koordinator Proyek merupakan jembatan penghubung antara team manajemen dengan anggota team pengembangan proyek. Koordinator juga bertugas untuk melaporkan pelaksanaan tugas yang dibebankan komisi pengawas kepada team.
Selain itu tugas pokok koordinator proyek adalah merencanakan dan mengkoordinasikan setiap langkah yang dilakukan dalam team proyek untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka disamping memiliki kemampuan manajemen dalam memimpin sebuah team, seorang Koordinator Proyek juga harus memiliki kemampuan teknis di bidang pembangunan sistem informasi.
ANALIS SISTEM
Analis Sistem merupakan personil yang bertanggung jawab terhadap analisa dan desain sistem yang akan dibuat. Dalam hal ini, Analis sistem bertanggung jawab terhadap efektifitas dan efisiensi yang harus dicapai dalam desain sebuah sistem informasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Secara lebih khusus, Analis Sistem harus menafsirkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang ditemukan secara logis, mengevaluasi hubungan-hubungan yang terdapat didalamnya, untuk kemudian mengimplementasikannya dalam suatu rancangan sistem.
SPESIALIS BIDANG
Sesuai dengan proyek yang dikembangkan, dalam suatu tim dibutuhkan spesialis yang memiliki kemampuan lebih mendalam mengenai satu bidang tertentu dibandingkan dengan anggota tim lainnya. Sebagai contoh jika akan diimplementasikan sebuah sistem informasi akuntansi, sangat diperlukan peran serta seorang ahli akuntansi yang dapat memberikan arahan dalam team tentang sisitem akuntansi yang baik dan benar.
Pengalaman dibidang tertentu tersebut mungkin sangat diperlukan dalam pengembangan proyek, tetapi untuk jangka waktu yang tidak bisa diperkirakan. Tenaga tersebut dapat digunakan secara free lance saat diperlukan dan tidak harus masuk dalam komposisi team utama.
PROGRAMMER
Setelah mendapatkan hasil analisa dan desain sistem dari team analis, programmer bertanggung jawab untuk menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan sistem yang sudah didesain tersebut ke dalam suatu program aplikasi yang efektif dan efisien. Agar dapat melakukan implementasi dengan baik dan benar, programmer juga bertugas memilih dan menggunakan bahasa pemrograman yang tepat, sesuai dengan kondisi sistem yang akan diterapkan. Apakah harus menggunakan bahasa pemrograman berbasis DOS seperti bahasa pemrograman Basic, Pascal, Foxpro 2.6 atau menggunakan bahasa pemrograman
berbasis Windows seperti Visual Basic, delphi, Visual Foxpro dan sebagainya.Dari sisi pembuatan program, programmer berkewajiban untuk membuat program dalam bentuk yang mudah dioperasikan, user friendly bagi operatornya serta berkewajiban mendokumentasikan program, testing program dan running program.
MEMBUAT JADWAL KERJA
Untuk menyusun jadwal kerja pengembangan proyek, akan dilihat terlebih dahulu fasefase kegiatan di dalam pelaksanaan proyek tersebut.Gambar 1 di bawah menunjukan kegiatan dalam pengembangan sebuah proyek sistem informasi.
Terdapat sepuluh fase kegiatan dalam pngembangan sistem informasi seperti yang terdapat gambar 1. Dari sepuluh fase tersebut, jadwal kegiatan menyeluruh disusun sebagai suatu rencana induk (master plan) dari seluruh fase kegiatan proyek pengembangan sistem.
gambar 1
Setelah menentukan sepuluh fase kegiatan seperti di atas, selanjutnya disusun jadwal kegiatan yang mencantumkan batas-batas waktu yang diperlukan dari setiap tahap kegiatan. Sebagai contoh akan dilihat salah satu alternatif penyusunan jadwal seperti pada gambar 2
gambar 2
Pada gambar di atas, terlihat bahwa pembelian perangkat keras dapat dilakukan bersamaan dengan waktu analisa sistem, desain sistem dan pembuatan program komputer sehingga waktu yang diperlukan untuk pegembangan dapat lebih diefektifkan.
Pengadaan dan instalasi perangkat keras sistem dapat dilaksanakan terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu sampai desain sistem menyeluruh selesai dilaksanakan.
Sedangkan untuk penghitungan waktu proyek, masing-masing kegiatan memiliki unsur probabilitas sehingga taksiran waktu dapat menggunakan tiga macam yaitu waktu optimis, waktu tengah-tengah dan waktu pesimis.
Selanjutnya yang perlu juga dipertimbangkan adalah komposisi team proyek dalam setiap fase kegiatan sistem. Komposisi team tersebut sedikit banyak akan tergantung dari tipe pekerjaan yang diserahkan kepada team proyek tersebut. Sebagai contoh, Komisi pengawas berkepentingan dengan aspek perencanaan yang sifatnya jangka panjang.
Komisi tersebut menetapkan tujuan organisasi kegiatan penyusunan sistem,kebijaksanaan untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya serta disposisi sumber daya tersebut.
Team yang ditugasi untuk melaksanakan berbagai aktifitas dalam kegiatan penyusunan sistem harus berperan serta dalam penyusunan jadwal-jadwal yang berkaitan dengan aktifitas tersebut. Perencanaan secara menyeluruh memang belum menjamin keberhasilan suatu proyek, akan tetapi tanpa adanya perencanaan yang jelas, akan menghambat pelaksanaan kegiatan dan kemungkinan besar akan menyebabkan pemborosan waktu, biaya dan tenaga yang tidak efisien.
sumber bacaan : materi kuliah SI 112B
HARDISK
Hard disk merupakan media penyimpanan yg
juga berfungsi untuk membaca dan menulis informasi seperti halnya diskdrive(FX
Sutiono Gunadi,1987).
Hard disk adalah sebuah subsitem dari
computer yang digunakan untuk menyimpan banyak data(Ramdani Nazarudin,2003).
untuk kalian yang membutuhkan makalah Hardisk silahkan download disini
SISTEM INFORMASI KESEHATAN
Sistem informasi kesehatan adalah sistem pengolahan data
dan informasi kesehatan untuk mendukung manajemen kesehtan dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
sistem informasi kesehatan sekarang ini sudah
menggunakan konsep sistem komputerisasi dimana komputer berperan membantu
penyelesaian masalah dengan cepat , tidak terencana secara baik sebuah sistem
informasi adalah faktor utama kegagalan sebuah sistem informasi untuk itu sebuah
sistem informasi harus di rencanakan secara matang
peran sistem informasi kesehatan dalam kesehatan
Menurut WHO, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari 6 “building block” atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan tersebut adalah:
-
Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
-
Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan)
-
Health worksforce (tenaga medis)
-
Health system financing (system pembiayaan kesehatan)
-
Health information system (sistem informasi kesehatan)
-
Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)
Adapun sub sistem dalam Sistem Kesehatan Nasional
Indonesia, yaitu:
-
Upaya kesehatan
-
Penelitian dan pengembangan kesehatan
-
Pembiayaan kesehatan
-
Sumber daya manusia (SDM) kesehatan
-
Sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan
-
Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan
-
Pemberdayaan masyarakat.
- memudahkan setiap pasien untuk melakukan pengobatan di rumah sakit
- memudahkan rumah sakit untuk mendaftar setiap pasien yang berobat di situ
- semua kegiatan di rumah sakit terkontrol dengan baik / bekerja secara tersturktur
Melalui hasil pengembangan sistem informasi ini maka diharapkan dapa menghasilkan hal-hal sebagai berikut :
- Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
- Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable dengan jaringan lain.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari, menganalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapat dicapai sebaik-baiknya.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
- Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan kedokteran.
- Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.
- Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.
bahwa sistem informasi kesehatan sangat di butuhkan dalam lingkup kesehatan dalam hal ini seperti rumah sakit puskesmas dll , di karenakan sistem tersebut sangat membantu tugas sdm di dalam dinas kesehatan untuk melayani pasien pasien di rumah sakit ataupun puskesmas
contoh sistem informasi kesehatan
sistem rekap medis yang masih manual atau belum berbasis IT
ini adalah salah satu contoh sistem informasi kesehatan pendaftaran pasien baru
sistem ini juga sudah berbasis komputer
sumber bacaan : google.com
http://yoyoke.web.ugm.ac.id/download/sik%20dan%20sirs.pdf
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
sistem informasi sumber daya manusia atau human reseource information system merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan kegiatan manajer di fungsi sumber daya manusia.
komponen sistem informasi sumber daya manusia
output yang di hasilkan oleh sistem informasi SDM
- informasi tentang perencanaan tenaga kerja
- informasi pengolahan tenaga kerja
- informasi rekruitmen
- informasi benefit
- informasi lingkungan kerja
informasi perencanaan tenaga kerja
adalah informasi yang berguna untuk manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka panjang dan pendek.
informasi pengolahan tenaga kerja
adalah informasi yang di butuhkan untuk mengelola dumber daya manusia di dalam organisasi.informasi ini meliputi pelatihan ,penilaian ,atau evaluasi kerja,evaluasi keahlian dll.
informasi rekruitmen
adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secra eksternal maupan internal.informasi nya meliputi penjadwalan wawancara,informasi pasar tenaga kerja.
informasi benefit
adalah mengenai benefit yang di dapatkan karyawan
informasi tentang lingkungan kerja
adalah informasi informasi ini berhubungan dengan keluhan - keluhanan ,kecelakaan selama kerja ,kesehatan karyawan dll
komponen model sumber daya manusia
beberapa model digunakan di sistem informasi sumber daya manusia seperti misalnya model matematis untuk menghitung gaji ,menghitung bonus,menentukan kompensasi,menentukan besarnya benefit.
komponen basis data sumber daya manusia
file file basis data sumber daya manusia di bentuk dari tiga sumber input ,yaitu data eksternal sumber data manusia ,data internal riset sumber daya manusia,dan internal keuangan sumber daya manusia .
komponen input sumber daya manusia
komponen input di sistem informasi sumber daya manusia terdiri dari tiga bagian yaitu dua bagian untuk mendapatkan data internal dan satu bagian untuk mendapatkan data eksternal
sumber data eksternal dari sistem sumber daya manusia disebut juga dengan human resource intellegent data.data eksternal berhubungan dengan data dari lingkungan luar seperti data serikat pekerja pemerintah ,lulusan universitas dan bursa tenaga kerja.
sumber data internal dapat terdiri dari dua bagian yaitu data keuangan dan data non keuangan.data keuangan dapat di ambilkan dari basis data akutansi.data sumber daya manusia non keuangan dapat di peroleh melalui riset sumber daya manusia .data dari riset ini umumnya didapat dari melalui observasi dan wawancara langsung.
sistem informasi keuangan
sistem informasi keuangan (SIMKEU) merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan kegiatan manajer di fungsi keuangan.Model dari sistem informasi keuangan adalah sebagai berikut
Contoh
Contoh
system informasi SDM yaitu sebagai alat penilaian suplai SDM, yang
memungkinkan perusahaa menyimpan data persediaan tenaga ahli dan
penyedia manajemen dalam cara paling sesuai dengan kebutuhan perencanaan
semoga tulisan ini sedikit membantu mengenai apa itu sistem sumber daya manusia ... ^,^
TAHAP ANALISA DAN INVESTIGASI SISTEM
tahap penganalisaan merupakan tahap investigasi awal terhadap sistem yang sudah berjalan,di tahap ini akan dilaksanakan pendefinisian masalah ,penyatuan konsep sistem serta melakukan studi kelayakan sistem.
contoh dari kegiatan analisa sistem misalnya menginvestigasi terhadap setiap anggota kelompok pada sebuah perusahaan yang memiliki banyak kelompok.hal ini mengingat ketika pada sebuah perusahaan yang memiliki banyak kelompok, perusahaan juga secara otomatis memiliki pendapat yang berbeda beda dari setiap anggota kelompok.Selama fase ini ,harus di capai suatu kesepakatan mengenai sifat permasalahan yang ada dan juga mengenai hal yang harus dipenuhi oleh sistem yang baru nantinya.
kegiatan analisis ini merupakan tingkat kompromi yg sering kali terlalu tinggi.Seseorang sistem analis harus tanggap terhadap pendapat pihak lain dan harus berdiplomasi secara baik.Meskipun seorang analis memilik kemampuan yang tinggi namun belum tentu saran yang di berikan bisa di terima orang lain.
untuk melakukan investigasi dengan tepat sehingga di dapatkan konsep sebuah sistem informasi yang sedang berjalan maupun yang akan dibuat nantinya,maka di perlukan teknik pengumpulan data yang antara lain meliputi observasi langsung,wawancara,kuesioner dan pengambilan sample dokumen.
OBSERVASI LANGSUNG
obeservasi langsung merupakan kegiatan mengamati secara langsung dari sebuah sistem,perlu dilakukan menjawab pertanyaan pertanyaan seperti bagaimana melakukan suatu sistem ,siapa yang melakukannya,berapa lama melakukannya,dimana melakukan dan lain lain.
3 cara analis untuk melakukan observasi langsung :
-
pengamatan secara langsung dengan melakukan interaksi dengan pihak yang di observasi
-
pengamatan secara langsung tanpa berinteraksi dengan pihak yang di amati,tetapi pihak yang di amati tahu bahwa mereka sedang dijadikan obyek pengamatan
-
pengamatan dimana mengamati obyek tanpa diketahui oleh obyek yang diamati dan tanpa interaksi apapun
wawancara merupakan suatu kegiatan yang paling tepat antara seorang sistem analis dengan oraganisasi atau perusahaan dan merupakan teknik yang paling produktif dalam mencari sebuah informasi.Hal itu di karenakan wawancara merupakan suatu teknik dimana pencari dan pemberi data dapat langsung bertukar pikiran.
tujuan dari sebuah wawancara :
-
memerikasa dan melakukan cross chek terhadap kebenaran data dan info yang sudah di ketahui sebelumnya.
-
menjajagi sifat dan pendapat dari responden tentang sistem yang akan dikembangkan
-
memperoleh data kuantitatif dan kualitatif mengenai kebijaksanaan,prosedur - prosedur dan biaya.
-
wawancara juga bermanfaat untuk memperkuat dukungan dari elemen elemen organisasi mengenai sistem baru yang diterapkan.
pemakaian kuesioner bertujuan untuk menggali fakta dan memperoleh berbagai masukan dari responden,kelebihan dari metode ini adalah dapat melakukan penelitian untuk responden yang jumlahnya besar dan menjangkau responden yang berkedudukan jauh dari analis.sedangkan kelemahan dari metode ini adalah dimana sulitnya responden memberikan jawaban yang detail terhadapa suatu permasalahan karena kuesioner bersifat sangat terbatas disamping sulitnya pembuat kuesioner menyusun pertanyaan yang bermanfaat tanpa memperkirakan jawabanya terlebih dahulu.
SAMPLING DOKUMEN
Pada tahapan ini, dilakukan kajian secara menyeluruh serta mendalam terhadap kegiatan sistem pengolahan data dan sistem informasi yang saat ini sedang berjalan. Juga perlu diketahui secara tepat mengenai bentuk sistem informasi yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manajemen, sehubungan dengan adanya rencana komputerisasi tersebut.
Tahap investigasi sebuah sistem memerlukan kepandaian seorang analis untuk melakukan estimasi-estimasi sebelum menggunakan ukuran-ukuran yang real. Hal itu bertujuan agar mendapatkan kesimpulan secara detail tentang apa yang dilakukan sistem lama, apa yang harus dihasilkan sistem baru, serta permasalahan apa saja yang harus bisa dipecahkan oleh sistem baru nantinya. Beberapa hal yang diestimasi antara lain seperti biaya, kebutuhan perangkat, beban prosesing dan kombinasi tipe transaksi,termasuk juga jadwal kerja untuk penyelesaian proyek.
Untuk mendapatkan hasil analisa dan investigasi data secara komprehensif, seorang sistem analis perlu melakukan langkah-langkah seperti yang akan dijelaskan berikut.
1. Memahami sistem lama
2. Evaluasi sistem yang ada.
3. Memahami keinginan pemakai.
4. Laporan Definisi Masalah.
MEMAHAMI SISTEM LAMA
tahap memahami sistem lama,dapat di lakukan dengan melihat dan mengamati dokumen - dokumen sistem yang telah ada pada perusahaan sperti bagan alir arus dokumen,bagan alir sistem,struktur organisasi,diskripsi jabatan,kode rekening,dan salinan dokumen dokumen bukti transaksi.Dengan demikian akan dapat dipahami sistem sebekumnya yaiut berkaitan dengan apa yang dilakukan sistem lama,siapa yang menjalakan ,siapa yang memakai dan lain lain.
EVALUASI TERHADAP SISTEM YANG ADA
Setelah mendapatkan rincian diskripsi mengenai sistem yang sedang berjalan, sistem analis harus melakukan evaluasi terhadap sistem tersebut. Bagaimana kelebihan dan kelemahan sistem yang telah berjalan selama ini? Hal-hal apa saja yang bisa ditingkatkan efektifitasnya?
Evaluasi terhadap sistem yang sudah berjalan, terutama tentang kekurangan kekurangannya,tentunya akan memberikan pembenaran terhadap rencana pengembangan sistem yang baru. Sasaran sistem baru akan menjadi lebih jelas, tentang apa yang harus ditambahkan atau dikurangi dari sistem lama sehingga analis akan menjadi lebih mudah untuk membuat sebuah konsep tentang “future system” / sistem baru yang akan dikerjakannya.
MEMAHAMI KEINGINAN PEMAKAI
Sebuah sistem informasi, dirancang dalam keterkaitan dengan sistem pengambilan keputusan. Itu artinya, salah satu kunci keberhasilan sebuah sistem informasi adalah jika sistem tersebut sesuai dengan keinginan dari pemakai/konsumen.Keinginan pemakai yang dimaksud ini mencakup kebutuhan-kebutuhan akan output sistem, serta model operasional sistem yang diingikan.
Kebutuhan akan output sistem adalah bahwa laporan yang dihasilkan akan memberikan manfaat bagi yang menggunakannya. Ada beberapa hal yang membuat sebuah laporan tak mampu memberikan manfaat. Beberapa hal tersebut antara lain adalah :
-
laporan kurang diakui kebenarannya.Hal ini bisa terjadi bila sebuah laporan memuat data-data yang tidak lengkap atau sangat kurang dari yang seharusnya.
-
laporan tidak disajikan dalam bentuk yang terperinci dan mudah dipahami sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk menganalisa dan memahami kembali laporan dengan yang memuat banyak data dan tidak terperinci.
-
laporan tidak memenuhi unsur tepat waktu.
STUDI KELAYAKAN SISTEM
Fase ini merupakan fase yang cukup penting, dimana akan dilakukan studi kelayakan terhadap sistem yang akan dibuat. Studi kelayakan akan menilai dari berbagai sisi,apakah sistem memang layak untuk diimplementasikan. Penilaian tersebut antara lain mencakup :
• Kelayakan teknik
• Kelayakan ekonomi
• Kelayakan operasi
• Kelayakan jadwal
• Kelayakan hukum
Kelayakan Teknik.
Kelayakan teknik digunakan untuk menilai dan menjawab pertanyaan “apakah teknologi yang ada dapat diterapkan pada sistem?”. Kelayakan ini mencakup dua hal pokok yang harus dipertimbangkan yaitu ketersediaan teknologi di pasaran dan ketersediaan ahli yang mengoperasikannya.
Kelayakan Ekonomi.
Kelayakan ekonomi dapat dinilai dari dua hal pokok yaitu biaya dan manfaat. Biaya mencakup besar biaya yang diperlukan untuk mengembangkan sistem tersebut,sedangkan manfaat mencakup besar manfaat yang diperoleh dengan pengembangan sistem. Sistem akan dikatakan menguntungkan atau layak secara ekonomi jika manfaat
yang diberikan oleh sistem lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan sistem.
Kelayakan Operasional.
Studi kelayakan operasional mencakup beberapa permasalahan yang harus
dipertimbangkan untuk menentukan layak dan tidaknya sistem dioperasikan. Beberapa hal tersebut antara lain :
-
kemungkinan bahwa sistem yang terlalu rumit sehingga sulit untuk di jalankan oleh operator
-
kemungkinan adanya keengganan pemakai untuk meinggalkan sistem lama yang telah ditekuni selama bertahun tahun
-
kemungkinan terjadi kesulitan melakukan pengendalian terhadap sistem oleh pihak manajemen
-
Kualitas informasi yang dihasilkan sistem apakah sudah cukup memuaskan
pemakainya?
Kelayakan waktu akan menilai apakah sistem dapat dikembangan sesuai waktu yang ditetapkan sesuai kebutuhan sistem. Pihak manajemen sebagai pemakai sistem dan analis sebagai pembuat sistem dapat menilai apakah waktu yang disediakan untuk mengembangkan sistem dapat diterima dan disepakati bersama.
Kelayakan Hukum.
Kelayakan hukum yang dimaksud adalah peninjauan kembali hal-hal yang menyangkut penerapan sistem dan dampak yang ditimbulkan
sumber bacaan : materi kuliah SI 112B
SISTEM INFORMASI AKUTANSI
hay bro.. kembali lagi saya akan memberikan penjelasan mengenai materi pengantar sistem informasi yang berjudul sistem informasi akutansi,sebelum pembahasan lebih lanjut ada baiknya kita menyimak penjelasan di bawah ini :) .
LINGKUNGAN INFORMASI
baiklah kita akan memulai mempelajari SIA ini dengan mengakui bahwa informasi adalah satu sumber daya bisnis.Seperti hal nya dengal yang lain seperti modal ,tenaga kerja, bahan mentah ,informasi merupakan sumber daya vital bagi kelangsungan hidup organisasi bisnis kontemporer.
gambar diatas menunjukan bagaimana organisasi bisnis dibagi secara horizontal ke beberapa tingkat aktivitas.
APAKAH SISTEM ITU ?
banyak diantaara mengartikan istilah sistem dengan menimbulkan gambaran mental tetang komputer dan program.tetapi pada kenyataan nya istilah sistem memiliki penjelasaan yang luas.
sebagaian sistem muncul secara alami sementara sebagiannya muncul secara artifisial.Secara alami seperti sistem alam berkisar dari atom-suatu sistem yang terdiri atas elektron,proton dan netron-ke dunia -suatu sistem galaksi ,bintang,dan planet-planet.
sedangkan sistem artifisial adalah sistem buatan manusia .Sistem ini meliputi segala sesuatu dari jam kehidupan bawah laut dan dari sistem sosial ke sistem informasi.
SISTEM INFORMASI
James A.Hall berpendapat sistem informasi adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan(inter-related)atau subsistem - subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose).
SISTEM INFORMASI AKUTANSI
sebuah sistem informasi yang melakukan kinerja mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi
- memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan
- melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi
- sistem pemrosesan transaksi - SPT
- sistem pelaporan buku besar/keuangan - SPBB/K
- sistem pelaporan manajemen - SPM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
pihak manajemen sering kali memerlukan infromasi yang melampaui kapabilitas SIA.ketika sebuah organisasi bertumbuh dalam ukuran dan kompleksitas,wilayah wilayah fungsional yang khusus memerlukan informasi tambahan untuk perencanaan dan kontrol produksi,peramalan penjualan ,perancangan gudang persedian,riset pasar dan lain lain.SIstem Informasi Manajemen meproses transaksi non-keuangan yang biasanya tidak di proses oleh SIA.Secara sederhana boleh saya katakan bahwa SI manajemen berperan di dalam proses transaksi yang tidak menggunakan uang /transaksi non-keuangan atau Si manajemen hanya melakukan perencanaan terhadap segala sesuatu dan Si Akutansi lah yang melakukan transaksi keuangan yang di perlukan dalam implementasi perencanaan tadi.
Mengapa Membedakan SIA dan SIM ?
berdasarkan perubahan yang muncul dalam akutansi ,perlukah SIA dan SIM dibedakan ? maka akan muncul sebuah jawaban yg menyatakan "ya" dikarenakan kenapa ,karena organisasi organisasi yang dikelola secara publik harus menyediakan laporan keuangan untuk pihak" eksternal yang berkepentingan.Pihak manajemen ,para akuntan ,dan kantor akuntan publik meiliki tanggung jawab hukum atas desain,operasi,kontrol,dan audit dari aplikasi SIA yg mempengaruhi laopran keuangan.
untuk lebih jelasnya lihat lah perbedaan yang terjadi antara peranan SIA dan SIM berikut ini
selanjutnya akan saya bahas sub sub sistem yang tadi sudah di sebutkan di atas
Sistem Pemrosesan Transaksi(SPT)
SPT merupakan pusat dari seluruh fungsi sistem informasi dengan mengkonversi peristiwa ekonomi ke transaksi keuangan,mencatat transaksi keuangan dalam record akutansi(jurnal dan buku besar),mendistribusikan informasi keuangan yang utama ke personel operasi untuk mendukung operasi harian mereka.
SPT menangani peristiwa" bisnis yg muncul berkala .Pada situasi seperti sekranag ini,misalnya sebuah perusahaan berhadapan dengan ribuan transaksi.Untuk dapat secara efisien menangani transaksi dengan volume sebesar itu maka jenis jenis transaksi akan di kelompokan dalam beberapa siklus.
SPt di bagi atas 3 siklus yang pertama siklus pendapatan,siklus pengeluaran,dan siklus konversi.
Sistem Pelaporan Buku Besar/keuangan
Sistem buku besar dan sistem pelaporan keuangan adalah dua subsistem yg saling berkaitan.namun karena interdependasi operasional mereka,keduanya diaangap suatu sistem tunggal yg intergratif (SBB/PK)
SBB melakukan proses misalnya memperbaharui akun akun buku besar.Transaksi lainya yg tdk terlalu penting seperti transaksi stok,merger dan penyelesaian tuntutan hukum,di mama mungkin siklus pemrosesan formal tidak terjadi,juga memasuki SBB melalui sumber alternatif.
SPK melakukan proses dalam hal megukur dan melaporkan status sumber daya keuangan dan perubahan dalam sumber daya - sumber daya tersebut.SPK mengkomunikasikan informasi ini terutama kepada pemakai eksternal.
Sistem Pelaporan Manajemen
Sistem pelaporan manajemen (SPM) menyediakan informasi keuangan internal yang diperlukan untuk memanajemen bisnis.Para manajer harus segara menangani masalah bisnis hari demi hari ,juga rencana dan kontrol atas kegiatan operasi mereka.Tipe Tipe laporan yg di hasilkan SPM meliputi anggaran,laporan varian,analisis biaya-volume-laba,dan laporan laporan yg menggunakan data biaya lancar(bukan yg historis).laporan sejenis ini disebut pelaporan disretionary(bebas untuk menentukan)karena organisasi dapat memilih informasi apa yg ingin di laporakan dan bagaimana menyajikannya.
Sebuah model umum untuk SIA
model ini merupakan model umum karena ia menggambarkan semua sistem informasi ,tanpa memperhitungkan arsitektur teknologinya.
Fungsi Akutansi
fungsi akutansi mengatur sumber daya informasi keuangan perusahaan .dalam hal ini,fungsi ini memainkan dua peran penting dalam pemrosesan transaksi
- akutansi menangkap dan mencatat efek efek keuangan dari transaksi perusahaan
- fungsi akutansi mendistribusikan informasi transaksi ke personel personel operasi untuk mengkoordinasi tugas tugas utama mereka.
selama lima puluh tahun terakhir Si akutansi telah di sajikan dengan berbagai model atau pendekatan yg berbeda.setiap model yang baru berkembang karena kelemahan dan keterbatasan model sebelumnya
dan ini beberapa evolusi model dari Si Akutansi
- proses manual
- sistem file mendatar (flat file)
- pendekatan database
- model REA(reseources,events and agents)
- model ERP(enter prise resource planing)
SISTEM INFORMASI PARIWISATA
Menurut arti katanya pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu pari dan wisata.kata pari berati penuh ,seluruh atau semua kata wisata bearti perjalanan
kata pariwisata dapat diartikan perjalanan penuh mulai dari berangkat dari suatu temapat ke satu atau beberapa tempat lain dan singgah kemudian kembali ke tempat semula.
Sistem informasi pariwisata sistem yang memeberikan informasi mengenai suatu obyek wisata , kawasan wisata atau wahan yang berada di dalam obyek wisata/kawasan wisata tersebut.
Sistem ini juga menyajikan tentang beberapa informasi yang menunjang kegiatan kepariwisataan seperti akomodasi, transportasi, tiket, hotel dan lain - lain. Informasi - informasi tersebut disajikan dalam satu sistem sehingga dapat mempermudah, mendukung para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
apa yang dikerjakan sistem informasi pariwisata ?
selain hal hal yang di sebutkan di atas bahwa sistem informasi memeberikan informasi mengenai obyek wisata,kawasan wisata atau pun wahana yang berada di obyek tersebut, sistem informasi juga bertugas untuk mendata perkembangan suatu obyek wisata dan medata devisa yang di dapatkan dari ke pariwisataan tersebut .
definisi / pengertian devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional. Yang biasanya banyak dijadikan devisa saat ini adalah dollar amerika (USD)
konsep kepariwisataan
Dalam Undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang Kepariwasataan disebutkan beberapa konsep sebagai berikut :
-
Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata;
-
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata;
-
Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.
keterkaitan geografi dan pariwisata dapat dilihat dari analisa terhadap sistem kepariwisataan dalam perjalan pariwisata
dalam sistem ini terdapat tiga sub sistem yang saling berkaitan ,yaitu sub sistem DAW , sub sistem DTW ,dan sub sistem Route.Perana geografi disin adalah menjadi jembatan penghubung dari ketiga sub sistem tersebut.Keterkaitan sistem tersebut akan baik jika jarak atau gangguan geografis dapat dikenalo dan disiasati oleh ketiga sub sistem tersebut.
komponen sistem informasi pariwisata
- hardware
- software
- input
- output
komponen hardware ,akan berperan sebagai tempat di mana software bekerja ,hardware akan mendukung semua kegiatan software
input di sisini adalah masukan berupa tempat wisata yang akan di sajikan ke dalam informasi pariwisata tersebut
analisa output merupakan informasi yang akan di berikan berupa di mana tempat wisata itu berada ,input dan output akan masuk pada pengolahan database pariwisata
jenis jenis pariwisata
Yoety (1989) membuat klasifikasi jenis pariwisata sebagai berikut :
- Menurut obyek : wisata budaya, wisata konvensi, wisata kesehatan, wisata
bahari, wisata alam, wisata kota;
- Menurut jumlah orang yang melakukan perjalanan : wisata individu, wisata
kelompok;
- Menurut tujuan perjalanan : leisure tourism, culturan tourism, health tourism, sport tourism, convention tourism.
- rekreasi (recreation)
- waktu senggang (leisaure time)
- perjalanan (traveling)
contoh sistem informasi pariwisata
- papan informasi pada obyek wisata
- brosur online maupun offline mengenai obyek wisata
contoh sistem informasi pariwisata
ini adalah salah satu contoh sistem informasi pariwisata yang berbasis komputer
yaitu memanfaatkan teknologi untuk memberikan inforamsi kepariwisataan dengan membuat sebuah website pariwisata
sumber refrensi : http://akank-sutha.blogspot.com/2012/04/geografi-pariwisata.html
Selasa, 12 Maret 2013
Contoh Teknik Riset Operasi
Teknik Riset Operasi
Contoh Soal :
--------------
=> ini salah satu referensi yang saya pakai untuk menjawab soal-soal tugas ini, selain dari buku paket TRO-nya:
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/diploma-three-program/study-program-of-informatics-management-2013-d3/teknik-riset-operasional/metode-simpleks
Menurut saya, cara dari referensi di atas lebih simpel..monggo diperiksaa….
1. Diketahui :
Minimasi : Z= 6 X1 + 7,5 X2
Dengan fungsi pembatas :
7X1 + 3X2 ≥ 210
6X1 + 12X2 ≥ 180
4X2 ≥ 120
X1 , X2 ≥ 0
Ditanyakan : Berapakah nilai X1 dan X2?
Jawab :
Bentuk standar dari fungsi z adalah:
Z – 6X1 – 7,5X2 = 0
Jika sema fungsi yang ada diurutkan:

Untuk minimasi, syarat pertama adalah variable non basis pada baris ke-0 harus semuanya negatif, karena baris ke-0 sudah memenuhi syarat minimasi yang optimal, jadi tidak perlu dilakukan iterasi.
Tabel awal:

Dari table di atas yang sudah optimum, dapat disimpulkan bahwa:
dimisalkan a = produksi sabun bubuk, dan b = produksi sabun batang
Z = 3a + 2b, dimana Z adalah keuntungan produksi maksimum.
Dengan pembatas : 2a + 5b ≤ 200 ; 6a + 3b ≤ 360 ; a,b ≥ 0
Ditanyakan : Berapa kg jumlah sabun bubuk dan batang yang sebaiknya dibuat?
Jawab :
Bentuk standar:

Jika diterapkan pada table dan menggunakan metode eliminasi Gauss Jordan:
Iterasi ke-0 (table awal):

Kolom a NBV yang dijadikan patokan dan baris S2 adalah baris yang NBV a-nya dijadikan 1, karena memiliki nilai rasio terkecil, maka b2 menjadi:
a + 1/2b +1/6S2 = 60
Baris ke-0 dan baris ke-1, NBV a-nya dijadikan 0, menjadi:
Untuk b0, dengan rumus 2b0 + b2, jadi:
-b + 3S2 = 360
Untuk b1, dengan rumus 3b1 – b2, jadi:
12b + 3S1 – S2 = 240
Baris ke-2 (S2) adalah variabel keluar, dan kolom a adalah variable masuk.
Iterasi ke-1:

Kolom b NBV yang dijadikan patokan dan baris S1 adalah baris yang NBV b-nya dijadikan 1, karena memiliki nilai rasio terkecil, maka b1 menjadi:
b + 1/4S1 – 1/12S2 = 20
Baris ke-0 dan baris ke-2, NBV b-nya dijadikan 0, menjadi:
Untuk b0, dengan rumus 12b0 + b1, jadi:
3S1 + 35S2 = 4560
Untuk b2, dengan rumus 24b1 – b1, jadi:
24a + 3S1 + 5S2 = 1200
untuk menjaga NBV a tetap 1, maka dibagi 24, menjadi:
a – 1/8S1 + 5/24 S2 = 50
Baris ke-1 (S1) adalah variabel keluar, dan kolom b adalah variable masuk.
Iterasi ke-2:

Dilihat dari table iterasi ke-2, iterasi diberhentikan, karena baris ke-0 sudah optimal, table sudah optimal dan memenuhi syarat, yaitu sudah tidak ada lagi NBV yang bernilai negatif. Jadi dari table di atas dapat disimpulkan bahwa:
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/diploma-three-program/study-program-of-informatics-management-2013-d3/teknik-riset-operasional/metode-simpleks
Menurut saya, cara dari referensi di atas lebih simpel..monggo diperiksaa….
1. Diketahui :
Minimasi : Z= 6 X1 + 7,5 X2
Dengan fungsi pembatas :
7X1 + 3X2 ≥ 210
6X1 + 12X2 ≥ 180
4X2 ≥ 120
X1 , X2 ≥ 0
Ditanyakan : Berapakah nilai X1 dan X2?
Jawab :
Bentuk standar dari fungsi z adalah:
Z – 6X1 – 7,5X2 = 0
Jika sema fungsi yang ada diurutkan:
Untuk minimasi, syarat pertama adalah variable non basis pada baris ke-0 harus semuanya negatif, karena baris ke-0 sudah memenuhi syarat minimasi yang optimal, jadi tidak perlu dilakukan iterasi.
Tabel awal:
Dari table di atas yang sudah optimum, dapat disimpulkan bahwa:
- Nilai solusi minimum adalah 0,
- Dengan nilai X1 dan X2 adalah 0.
dimisalkan a = produksi sabun bubuk, dan b = produksi sabun batang
Z = 3a + 2b, dimana Z adalah keuntungan produksi maksimum.
Dengan pembatas : 2a + 5b ≤ 200 ; 6a + 3b ≤ 360 ; a,b ≥ 0
Ditanyakan : Berapa kg jumlah sabun bubuk dan batang yang sebaiknya dibuat?
Jawab :
Bentuk standar:
Jika diterapkan pada table dan menggunakan metode eliminasi Gauss Jordan:
Iterasi ke-0 (table awal):
Kolom a NBV yang dijadikan patokan dan baris S2 adalah baris yang NBV a-nya dijadikan 1, karena memiliki nilai rasio terkecil, maka b2 menjadi:
a + 1/2b +1/6S2 = 60
Baris ke-0 dan baris ke-1, NBV a-nya dijadikan 0, menjadi:
Untuk b0, dengan rumus 2b0 + b2, jadi:
-b + 3S2 = 360
Untuk b1, dengan rumus 3b1 – b2, jadi:
12b + 3S1 – S2 = 240
Baris ke-2 (S2) adalah variabel keluar, dan kolom a adalah variable masuk.
Iterasi ke-1:
Kolom b NBV yang dijadikan patokan dan baris S1 adalah baris yang NBV b-nya dijadikan 1, karena memiliki nilai rasio terkecil, maka b1 menjadi:
b + 1/4S1 – 1/12S2 = 20
Baris ke-0 dan baris ke-2, NBV b-nya dijadikan 0, menjadi:
Untuk b0, dengan rumus 12b0 + b1, jadi:
3S1 + 35S2 = 4560
Untuk b2, dengan rumus 24b1 – b1, jadi:
24a + 3S1 + 5S2 = 1200
untuk menjaga NBV a tetap 1, maka dibagi 24, menjadi:
a – 1/8S1 + 5/24 S2 = 50
Baris ke-1 (S1) adalah variabel keluar, dan kolom b adalah variable masuk.
Iterasi ke-2:
Dilihat dari table iterasi ke-2, iterasi diberhentikan, karena baris ke-0 sudah optimal, table sudah optimal dan memenuhi syarat, yaitu sudah tidak ada lagi NBV yang bernilai negatif. Jadi dari table di atas dapat disimpulkan bahwa:
- Nilai maksimum dari produksi sabun bubuk dan sabun batang adalah 4560,
- Dengan nilai a (produksi sabun bubuk) adalah 50,
- Dan nilai b (produksi sabun batang) adalah 20.
- Categories Coolyaah
Teknik Riset Operasi
Soal:
Sebuah PT. Sayang Anak memproduksi mainan yaitu boneka dan kereta api. Harga boneka adalah Rp 27.000,00 /lusin sedangkan harga kereta api Rp 21.000,00 /lusin.
Adapun biaya pembuatan, memiliki rincian sebagai berikut:
Kereta api ->material: Rp 10.000,00; pekerja: Rp 9.000,00
Boneka -> material: Rp 14.000,00; pekerja: Rp 10.000,00
Waktu yang tersedia adalah 100 jam untuk pemolesan, dan 80 jam untuk tukang kayu. Pembuatan boneka membutuhkan waktu 2 jam pemolesan dan 1 jam tukang kayu, sedangkan pembuatan kereta api membutuhkan waktu 1 jam pemolesan dan 1 jam tukang kayu.
Produksi boneka maksimum adalah 40 lusin, dan produksi tukang kayu tidak dibatasi.
Pertanyaan:
a. Bagaimana model matematisnya?
b. Berapa lusin boneka dan kereta api, agar produksi maksimum dan keuntukan maksimum?
Jawab:
a. Dimisalkan: z=keuntungan maksimum, x=semua parameter untuk boneka, y=semua parameter untuk kereta api. Karena dibutuhkan hasil yang dimaksimalkan, maka:
- Untuk harga /lusin mainan: 27x+21y
- Untuk material dan pekerja boneka: 14x+10y
- Untuk material dan pekerja kereta api: 10x+9y
Jadi,
z=(27x+21y)-(10x+9y)-(14x+10y)
z=3x+2y
dengan pembatas:
x+y<=80
y>=0
b. Berikut adalah grafik yang terbentuk berdasarkan pembatas di poin a:

Keterangan:
- Daerah yang diarsir adalah di dalam garis x<=40, x>=0, dan y>=0
- Titik (20,60) diperoleh dari:
2x+y <= 100
X+y <= 80
Jadi x<=20 dan y<=60
Untuk mendapatkan hasil yang maksimum dapat ditentukan dari table dibawah ini:
Dari table di atas dapat disimpulakan, untuk
hasil yang maksimum diambil titik x,y (0,100) atau x,y (40,40). Untuk
mengetahui keuntungan maksimum nilai x dan y dimasukkan ke persamaan
z=27x+21y dengan z=24x+19y untuk biaya produksi yang dikeluarkan,
sebagai berikut:
- Untuk (0,100)-> z=27(0)+21(100), z=2100
Biaya produksi: z=24(x)+19(100),z=1900
Keuntungan: 200
- Untuk (40,40)-> z=27(40)+21(40), z=1920
Biaya produksi: z=24(40)+19(40), z=1720
Keuntungan: 200
Kesimpulan:
Untuk keuntungan dan hasil yang maksimum dapat:
- Diproduksi 0 lusin boneka dan 100 lusin kereta api dengan harga jual Rp 2.100.000,00, biaya produksi Rp 1.900.000,00, dan keuntungan Rp 200.000,00, atau
- Diproduksi 40 lusin boneka dan 40 lusin kereta api dengan harga jual Rp 1.920.000,00, biaya produksi Rp 1.720.000,00, dan keuntungan Rp 200.000,00
"SMOGA DI PAHAMI GAN...."
Sebuah PT. Sayang Anak memproduksi mainan yaitu boneka dan kereta api. Harga boneka adalah Rp 27.000,00 /lusin sedangkan harga kereta api Rp 21.000,00 /lusin.
Adapun biaya pembuatan, memiliki rincian sebagai berikut:
Kereta api ->material: Rp 10.000,00; pekerja: Rp 9.000,00
Boneka -> material: Rp 14.000,00; pekerja: Rp 10.000,00
Waktu yang tersedia adalah 100 jam untuk pemolesan, dan 80 jam untuk tukang kayu. Pembuatan boneka membutuhkan waktu 2 jam pemolesan dan 1 jam tukang kayu, sedangkan pembuatan kereta api membutuhkan waktu 1 jam pemolesan dan 1 jam tukang kayu.
Produksi boneka maksimum adalah 40 lusin, dan produksi tukang kayu tidak dibatasi.
Pertanyaan:
a. Bagaimana model matematisnya?
b. Berapa lusin boneka dan kereta api, agar produksi maksimum dan keuntukan maksimum?
Jawab:
a. Dimisalkan: z=keuntungan maksimum, x=semua parameter untuk boneka, y=semua parameter untuk kereta api. Karena dibutuhkan hasil yang dimaksimalkan, maka:
- Untuk harga /lusin mainan: 27x+21y
- Untuk material dan pekerja boneka: 14x+10y
- Untuk material dan pekerja kereta api: 10x+9y
Jadi,
z=(27x+21y)-(10x+9y)-(14x+10y)
z=3x+2y
dengan pembatas:
- Waktu pemolesan dan tukang kayu:
x+y<=80
- Batasan produksi makimum boneka:
- Batasan produksi minimum:
y>=0
b. Berikut adalah grafik yang terbentuk berdasarkan pembatas di poin a:
Keterangan:
- Daerah yang diarsir adalah di dalam garis x<=40, x>=0, dan y>=0
- Titik (20,60) diperoleh dari:
2x+y <= 100
X+y <= 80
Jadi x<=20 dan y<=60
Untuk mendapatkan hasil yang maksimum dapat ditentukan dari table dibawah ini:
| X | Y | Z=3x+2y | Keterangan |
| 0 | 100 | 200 | Dari persamaan 2x+y<=100 |
| 50 | 0 | 150 | Dari persamaan 2x+y<=100, tidak memumngkinkan, karena x>40 |
| 0 | 80 | 160 | Dari persamaan x+y<=80 |
| 80 | 0 | 240 | Dari persamaan x+y<=80, tidak memungkinkan, karena x>40 |
| 20 | 60 | 180 | Dari hasil eliminasi persamaan 2x+y<=100 dan persamaan x+y<=80 |
| 40 | 12,5 | 145 | Dari persamaan x<=40 |
| 40 | 40 | 200 | Dari persamaan x<=40 |
- Untuk (0,100)-> z=27(0)+21(100), z=2100
Biaya produksi: z=24(x)+19(100),z=1900
Keuntungan: 200
- Untuk (40,40)-> z=27(40)+21(40), z=1920
Biaya produksi: z=24(40)+19(40), z=1720
Keuntungan: 200
Kesimpulan:
Untuk keuntungan dan hasil yang maksimum dapat:
- Diproduksi 0 lusin boneka dan 100 lusin kereta api dengan harga jual Rp 2.100.000,00, biaya produksi Rp 1.900.000,00, dan keuntungan Rp 200.000,00, atau
- Diproduksi 40 lusin boneka dan 40 lusin kereta api dengan harga jual Rp 1.920.000,00, biaya produksi Rp 1.720.000,00, dan keuntungan Rp 200.000,00
"SMOGA DI PAHAMI GAN...."
Langganan:
Postingan (Atom)


















