Rabu, 27 Maret 2013

KEBIJAKASANAAN DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER



Agar pembangunan sebuah sistem informasi dapat berjalan dengan lancar,
dibutuhkan suatu perencanaan yang matang. Tahap perencanaan dalam
pengembangan sebuah sistem informasi, menyangkut kebijaksanaan dalam
mempersiapkan team pengembangan proyek serta metode penyusunan jadwal pelaksanaan proyek sesuai dengan jenis sistem yang akan ditangani.
MEMPERSIAPKAN TEAM PENGEMBANGAN
Membentuk sebuah team yang tepat merupakan langkah awal menuju keberhasilan pembangunan sebuah sistem. Team yang tepat berarti team yang berisikan anggota anggota yang dapat saling bekerja sama. Team yang tepat berarti juga merupakan team yang memiliki kelengkapan bidang pekerjaan.
Jumlah anggota team proyek, disesuaikan dengan ruang lingkup proyek yang akan dikerjakan dan batas waktu yang diberikan oleh team manajemen. Lamanya tiap anggota team terlibat didalam proyek juga tergantung dari jenis pekerjaan yang harus ditangani sesuai dengan schedule yang disusun.
Secara umum, tenaga-tenaga yang dibutuhkan untuk implementasi sistem antara lain adalah pengawas proyek yang diambilkan dari team manajemen, kemudian seorang orang koordinator (analis sistem senior), beberapa orang analis yunior, beberapa orang programmer serta beberapa orang spesialis dalam bidang tertentu sesuai dengan sistem yang dikembangkan.


 PENGAWAS PROYEK
Pengawas proyek dalam hal ini merupakan gabungan dari anggota team manajemen
internal perusahaan yang berkepentingan terhadap sistem tersebut. Komisi pengawas ini memiliki tugas antara lain :
1. Merumuskan baik secara kualitatif maupun kuantitatif, tujuan dan sasaran sistem yang akan dibuat.
2.Memberikan pedoman, pengarahan dan bahkan berperan serta dalam studi kelayakan yang dilakukan sebelum sistem diimplementasikan.
3. Sebagai penghubung dan jembatan komunikasi antara team proyek dengan organisasi secara umum.   Termasuk juga bertugas memberikan pengertian dan memperkenalkan kegiatan proyek yang berlangsung kepada organisasi.
4. Memberikan persetujuan atas schedul proyek, anggaran proyek dan kalkulasi biaya serta melaksanakan pengendalian terakhir atas perkembangan kualitas, biaya dan realisasi proyek.
KOORDINATOR PROYEK
Koordinator Proyek merupakan jembatan penghubung antara team manajemen dengan anggota team pengembangan proyek. Koordinator juga bertugas untuk melaporkan pelaksanaan tugas yang dibebankan komisi pengawas kepada team.
Selain itu tugas pokok koordinator proyek adalah merencanakan dan mengkoordinasikan setiap langkah yang dilakukan dalam team proyek untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka disamping memiliki kemampuan manajemen dalam memimpin sebuah team, seorang Koordinator Proyek juga harus memiliki kemampuan teknis di bidang pembangunan sistem informasi.
ANALIS SISTEM
Analis Sistem merupakan personil yang bertanggung jawab terhadap analisa dan desain sistem yang akan dibuat. Dalam hal ini, Analis sistem bertanggung jawab terhadap efektifitas dan efisiensi yang harus dicapai dalam desain sebuah sistem informasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Secara lebih khusus, Analis Sistem harus menafsirkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang ditemukan secara logis, mengevaluasi hubungan-hubungan yang terdapat didalamnya, untuk kemudian mengimplementasikannya dalam suatu rancangan sistem.
SPESIALIS BIDANG
Sesuai dengan proyek yang dikembangkan, dalam suatu tim dibutuhkan spesialis yang memiliki kemampuan lebih mendalam mengenai satu bidang tertentu dibandingkan dengan anggota tim lainnya. Sebagai contoh jika akan diimplementasikan sebuah sistem informasi akuntansi, sangat diperlukan peran serta seorang ahli akuntansi yang dapat memberikan arahan dalam team tentang sisitem akuntansi yang baik dan benar.
Pengalaman dibidang tertentu tersebut mungkin sangat diperlukan dalam pengembangan proyek, tetapi untuk jangka waktu yang tidak bisa diperkirakan. Tenaga tersebut dapat digunakan secara free lance saat diperlukan dan tidak harus masuk dalam komposisi team utama.
PROGRAMMER
Setelah mendapatkan hasil analisa dan desain sistem dari team analis, programmer bertanggung jawab untuk menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan sistem yang sudah didesain tersebut ke dalam suatu program aplikasi yang efektif dan efisien. Agar dapat melakukan implementasi dengan baik dan benar, programmer juga bertugas memilih dan menggunakan bahasa pemrograman yang tepat, sesuai dengan kondisi sistem yang akan diterapkan. Apakah harus menggunakan bahasa pemrograman berbasis DOS seperti bahasa pemrograman Basic, Pascal, Foxpro 2.6 atau menggunakan bahasa pemrograman
berbasis Windows seperti Visual Basic, delphi, Visual Foxpro dan sebagainya.Dari sisi pembuatan program, programmer berkewajiban untuk membuat program dalam bentuk yang mudah dioperasikan, user friendly bagi operatornya serta berkewajiban mendokumentasikan program, testing program dan running program.
MEMBUAT JADWAL KERJA
Untuk menyusun jadwal kerja pengembangan proyek, akan dilihat terlebih dahulu fasefase kegiatan di dalam pelaksanaan proyek tersebut.Gambar 1 di bawah menunjukan kegiatan dalam pengembangan sebuah proyek sistem informasi.
Terdapat sepuluh fase kegiatan dalam pngembangan sistem informasi seperti yang terdapat gambar 1. Dari sepuluh fase tersebut, jadwal kegiatan menyeluruh disusun sebagai suatu rencana induk (master plan) dari seluruh fase kegiatan proyek pengembangan sistem.
                                                                   gambar 1
Setelah menentukan sepuluh fase kegiatan seperti di atas, selanjutnya disusun jadwal kegiatan yang mencantumkan batas-batas waktu yang diperlukan dari setiap tahap kegiatan. Sebagai contoh akan dilihat salah satu alternatif penyusunan jadwal seperti pada gambar 2
                                                                    gambar 2

 Pada gambar di atas, terlihat bahwa pembelian perangkat keras dapat dilakukan bersamaan dengan waktu analisa sistem, desain sistem dan pembuatan program komputer sehingga waktu yang diperlukan untuk pegembangan dapat lebih diefektifkan.
Pengadaan dan instalasi perangkat keras sistem dapat dilaksanakan terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu sampai desain sistem menyeluruh selesai dilaksanakan.
Sedangkan untuk penghitungan waktu proyek, masing-masing kegiatan memiliki unsur probabilitas sehingga taksiran waktu dapat menggunakan tiga macam yaitu waktu optimis, waktu tengah-tengah dan waktu pesimis.

Selanjutnya yang perlu juga dipertimbangkan adalah komposisi team proyek dalam setiap fase kegiatan sistem. Komposisi team tersebut sedikit banyak akan tergantung dari tipe pekerjaan yang diserahkan kepada team proyek tersebut. Sebagai contoh, Komisi pengawas berkepentingan dengan aspek perencanaan yang sifatnya jangka panjang.
Komisi tersebut menetapkan tujuan organisasi kegiatan penyusunan sistem,kebijaksanaan untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya serta disposisi sumber daya tersebut.
Team yang ditugasi untuk melaksanakan berbagai aktifitas dalam kegiatan penyusunan sistem harus berperan serta dalam penyusunan jadwal-jadwal yang berkaitan dengan aktifitas tersebut. Perencanaan secara menyeluruh memang belum menjamin keberhasilan suatu proyek, akan tetapi tanpa adanya perencanaan yang jelas, akan menghambat pelaksanaan kegiatan dan kemungkinan besar akan menyebabkan pemborosan waktu, biaya dan tenaga yang tidak efisien.


sumber bacaan : materi kuliah SI 112B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar